Teguran Bagi Si Penggosip

Teguran Bagi Si Penggosip

Lori Official Writer
7449
Seorang wanita menyebarkan sepotong berita yang memalukan mengenai tetangganya. Dalam beberapa hari, seluruh desa mengetahui berita yang memalukan itu. Dan, orang yang menjadi korbannya merasa sakit hati dan terpukul.
 
Kemudian, wanita yang menyebarluaskan berita buruk tersebut mengetahui bahwa berita itu betul-betul salah. Dia menyesal dan mendatangi orang tua yang bijak untuk meminta nasihat mengenai apa yang dapat ia lakukan untuk memperbaiki kesalahannya itu.

Pergilah ke pasar,kata orang tua bijak itu, dan belilah seekor ayam. Sembelihlah kemudian, dalam perjalanan pulang, cabuti bulu-bulunya dan buang satu per satu disepanjang jalan.

Meskipun terkejut mendengar hal itu, dia tetap melakukan apa yang disarankan orang bijak itu kepadanya. Namun, ia merasa masih belum bisa memperbaiki kesalahannya menyebarluaskan berita bohong itu kepada seluruh penduduk desa. Keesokan harinya, ia kembali mengunjungi orang tua bijak itu dan menanyakan kembali persoalannya. Orang bijak itu berkata, Hmm….kalau begitu, sekarang pergilah dan kumpulkanlah semua bulu yang telah kau buang kemarin dan bawa kembali kepadaku.

Wanita itu pun menyusuri jalan yang telah dilaluinya kemarin dan berusaha mengumpulkan bulu-bulu ayam yang telah dicabutinya. Sayang, angin telah menerbangkan bulu-bulu itu ke segala penjuru sehingga mustahil lah ia bisa mengumpulkan semuanya. Setelah mencari-cari selama beberapa jam lamanya, ia kembali dan hanya bisa membawa tiga helai bulu. Lalu, ia kembali menemui orang bijak itu.

"Lihatlah!" kata orang bijak itu. "Sangat mudah mencabuti bulu ayam dan melemparkannya ke mana anda suka, Namun, sangat tidak mungkin mengumpulkannya kembali. Begitu pula dengan gosip dan berita bohong. Tidak sulit untuk menyebarluaskan rumor, tetapi sekali terlempar, Anda tidak akan pernah secara penuh memperbaiki kesalahan anda".

Dari kisah ini kita diingatkan bahwa gosip seringnya hanya bisa memecah belah kesatuan. Gosip digunakan oleh si iblis untuk menipu manusia, sebab mudah mengatakan hal yang buruk tentang orang lain namun jangan berharap gosip bisa membuat anda menjadi lebih terhormat. Jadi, jagalah perkataan anda sebab perkataan bisa menjadi senjata yang paling mematikan untuk merusak hubungan dan juga merusak diri anda sendiri.
Sumber : http://ajaran-kristen.blogspot.com/jawaban.com

Ikuti Kami