PBB : Jumlah Korban Banjir Myanmar Akan Meningkat

PBB : Jumlah Korban Banjir Myanmar Akan Meningkat

Lori Official Writer
3342
Banjir bandang yang menyapu wilayah Myanmar sejak pekan lalu dinyatakan masih dalam kondisi buruk sehingga mempersulit upaya penjangkauan Chin dan Rakhine, wilayah bencana paling parah. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) UNOCHA mengkhawatirkan jumlah korban tewas akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

“Jumlah tersebut dapat meningkat secara signifikan karena masih banyak area yang belum dapat terjangkau (tim penolong),” terang perwakilan PBB, seperti dikutip AFP, Minggu 2/8).

Berdasarkan informasi yang masuk ke Kantor Koordinasi Kemanusiaan PBB (OCHA), diberitakan sedikitnya 156 ribu orang terkena banjir bandang. Untuk sementara sebagian korban mengungsi di biara pemerintah setempat.

“Lebih dari 7000 orang berlindung di kamp-kamp penyelamatan di 23 biara di kota Minbyar. Kami perlu air minum segera. Komunikasi dan jalan kami terputus,” ucap Khin Zaw Winm, salah satu warga di Minbyar, sebuah kota di Rakhine Utara.

Seperti diberitahukan, sekitar 12 negara bagian Myanmar tergenang banjir akibat curah hujan yang tinggi ditambah dengan badai. Banjir ini mulai terjadi sejak 22 Juli 2015 lalu dan terus menyebar ke sejumlah daerah. Kendati curah hujan sudah menurun, namun upaya pemulihan menjadi tantangan bagi Myanmar yang masih hidup di tengah garis kemiskinan.

Negara ini hanya memiliki infrastruktur dasar dan fasilitas medis yang tidak memadai, membuat negara mayoritas Budha ini tidak siap menghadapi bencana. “Ini situasi darurat yang tidak pernah kami hadapi sebelumnya. Kami hanya memiliki dua kapal motor untuk proses penyelamatan. Pemerintah berencana untuk mengirim lebih banyak (bantuan),” kata Menteri Transportasi bagian wilayah Sagaing, Aung Zawa Oo.

Ini adalah bencana terburuk yang dialami Myanmar sejak bencana Topan Nargis yang memporakporandakan Delta Irrawaddy pada tahun 2008 silam dan menewaskan 130 ribu orang.

Sumber : metrotvnews.com/Cnnindonesia.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami