Harga Mahal Keputusasaan

Harga Mahal Keputusasaan

Theresia Karo Karo Official Writer
7839

Alkisah dalam sebuah bazar, terdapat penjual bernama setan yang menjajakan beragam barang ‘made in hell'. Usaha untuk menjual dagangannya, bisa dibilang cukup tangguh. Sebab semua barang dibungkus dalam kemasan yang menarik dan dijual dengan harga obral. Dalam sekejab, orang-orang datang mengerubungi stan-nya.

Diantara barang yang dipajang, terlihat dendam, kebencian, iri hati, cemburu, ketamakan, hawa nafsu, dan ketidakjujuran. Terlihat satu barang seperti jepitan yang disepuh emas dan berhiaskan batu permata. Meskipun terlihat sudah sering dipakai orang, namun bentuknya sangat indah dan terlihat anggun dalam kotak kaca.

Penasaran seorang pengunjung kemudian bertanya, “Barang apakah ini? Kenapa harganya begitu mahal?”

"Itu namanya keputusasaan,” jawab setan tersebut.

"Mengapa jauh lebih mahal dibandingkan dengan perkakas lain yang dipajang di sini?” tanya pengunjung itu.

"Karena dengan alat itu saya dapat menjebol pintu suara hati seseorang yang tidak mempan ditembus dengan alat-alat lainnya. Sekali alat ini sudah berada di dalam, semua perkakas lainnya dengan mudah bisa menyusul masuk untuk melakukan tugasnya masing-masing,” jelas si setan.

Harga mahal keputusasaan, serupa dengan dampak yang ditimbulkannya setelah itu. ‘Alat’ ini sangat ampuh merusak kehidupan seseorang. Tanda-tanda awal yang terlihat biasanya, kehilangan harapan, hampa, kosong, tidak ada gairah hidup, hingga ‘mematikan’ jiwa.

Ketahuilah bahwa tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang tidak memiliki masalah. Semua orang bergulat dengan ujian, tugas, dan tanggung jawab setiap harinya. Oleh sebab itu, sekecil apa pun waktu, kesempatan, kekuatan, keluarga, teman, sedikit uang, apa saja yang masih ada pada kita, hargai, syukuri, dan melangkahlah dengannya! Sebab kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah kenyataan, dan besok adalah harapan.

Alkitab menulis, “Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah”(2 Tawarikh 20:15). Tetaplah berpengharapan dalam Tuhan. Karena ketika Allah adalah satu-satunya yang Anda miliki, maka Anda telah memiliki segala yang dibutuhkan.

Sumber : Intisari/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami