Ukuran Dosa Dimata Tuhan

Ukuran Dosa Dimata Tuhan

Lori Official Writer
10108
<!-- endif]-->

Dosa, sebuah kata yang identik dengan pelanggaran, penghakiman dan kutukan. Di tengah negara yang hidup dalam keyakinan beragama, topik tentang dosa mengambil tempat yang cukup penting sebagai topik pembahasan ataupun sebagai persoalan yang berkaitan dengan keintiman dengan Tuhan.

Ketika dosa dipandang sebegitu seriusnya, manusia pun mulai mempertanyakan apakah semua dosa itu sama saja atau justru malah berbeda? Apakah kejahatan seperti mencuri setara dengan dosa membunuh? Setiap orang mempertanyakannya karena menyadari bahwa semua dosa yang dilakukan manusia menyebabkannya terpisah dari Tuhan. Misalnya, tindakan aborsi anak sama berdosanya dengan penipuan yang dilakukan oleh seorang karyawan. Sebelum melangkah lebih jauh membahas soal hal ini, ada baiknya memahami terlebih dahulu tentang dosa itu sendiri.

Dosa mengecewakan Tuhan

Dosa diartikan sebagai sebuah pelanggaran terhadap peraturan Tuhan. Tindakan dosa membuat Tuhan marah, kecewa dan sedih. Dosa juga diartikan sebagai ‘gangguan atas rancangan Tuhan’. Akibatnya, hubungan harmonis yang terbangun antara Tuhan dan ciptaan-Nya rusak, tak peduli sekecil apa pelanggaran tersebut.

Tak ada daftar peringkat dosa

Tuhan tidak memerintahkan gereja atau lembaga keagamaan untuk menyusun sebuah daftar peringkat dosa. Kita hanya diundang untuk jujur tentang dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan. Kita juga diajak untuk memiliki hati yang dipenuhi oleh belas kasihan untuk mau mengampuni dosa atau kesalahan orang lain terhadap kita.

Bayangkan saja bagaimana jadinya bila peringkat dosa itu ada. Ya, akan banyak orang yang memperbandingkan dosa yang dilakukanya dengan dosa orang lain. Kita bisa percaya bahwa dosa kita tidak seburuk dosa orang lain. Pertimbangkan tentang kisah yang diceritakan Yesus tentang seorang Farisi yang menganggap dirinya benar di Lukas 18: 10-14.

“Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini (Lukas 18: 11-13)”.

Ada kemungkinan bahwa orang-orang yang bersikeras mengurutkan dosa terbesar hingga dosa terkecil mempercayai bahwa dosa mereka berada di bagian daftar paling bawah. Faktanya, banyak dari antara kita yang masih memiliki paradigma demikian, menyamakan dosa dengan hukuman tertulis yang diterapkan oleh sebuah negara terhadap pelaku kejahatan besar saja.

Alkitab tidak penrah membuat tingkatan dosa, tetapi lebih kepada keseriusan dosa. Dalam Roma 6 : 23 dituliskan, “Upah dosa ialah maut”. Kebenaran inilah yang menegaskan bahwa tindakan dosa apapun pasti menimbulkan konsekuensinya. Atau dalam kata lain, tindakan dosa sekecil apapun adalah gambaran pemberontakan kepada Allah. Sehingga Allah dengan tegas mengatakan bahwa penghakiman juga akan diberlakukan kepada manusia menurut perbuatannya. Tindakan dosa berdampak pada akibat yang diterima, sehingga kita harus memahami bahwa tindakan dosa apapun sama di mata Tuhan. Allah tidak pernah kompromi dengan tindakan dosa. Dalam Yesaya 59: 2 dikatakan, “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu”.

Namun atas anugerah Allah yang telah diberikan secara cuma-cuma memperlayakkan kembali manusia berdosa dihadapan Tuhan. Hanya saja apabila manusia mau mengaku dosa dihadapan Tuhan dengan penuh kerendahan hati.

Sumber : Relevantmagazine.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Hot Topics

  1. Raditya Oloan
  2. Ayat Alkitab
  3. Roh Kudus
  4. Sekolah
  5. Israel

Related Articles

Ikuti Kami