Kapolri Sebut Insiden Tolikara Sebuah Skenario

Kapolri Sebut Insiden Tolikara Sebuah Skenario

Lori Official Writer
4075

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti menyebut, insiden yang terjadi di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, saat pelaksanaan salat Idul Fitri pada Jumat, 17 Juli 2015 lalu, dinilai sebagai sebuah skenario yang ditunggangi oleh oknum tertentu. Tepatnya, insiden itu sengaja dipersiapkan oleh oknum intelektual tertentu.

“Kerusuhan itu ada yang men-setting. Tapi kita belum bisa memastikan adanya pihak asing dalam kejadian itu. Tapi ada beberapa orang luar dari wilayah itu terlibat dalam kerusuhan. Aktor intelektualnya kita masih cari,” kata Badrodin, seperti dikutip Kompas.com, Senin (20/7).

Badrodin mengatakan akan mengungkap dalang dibalik insiden kerusuhan Tolikara. Sejauh ini, pihak kepolisian sudah memeriksa 21 saksi untuk mengungkap aktor intelektual yang dimaksudkannya itu. “Belum ada tersangka, kita masih menyelidiki kasus ini. Tapi kita sudah periksa 21 saksi dan mencari aktor intelektual dalam kasus tersebut. Jelas, ada skenario besar dalam kasus itu,” terangnya.

Pasca insiden, kondisi di Tolikara dinyatakan sudah kondusif menyusul pernyataan maaf dari pihak Gereja Injili di Indonesia (GIDI), dimana anggota jemaatnya disebut-sebut sebagai pelaku pembakaran dan pelemparan musala saat insiden itu terjadi. Terkait besar kerugian yang ditanggung akibat insiden itu, Badrodin menyampaikan bahwa kios-kios yang rusak terbakar akan kembali dibagun. “Di sana pun situasi sudah aman dan kondusif. Bupati juga akan memperbaiki kios-kios yang terbakar dan saat ini sedang dilakukan pembersihan,” jelasnya.

Sebagai negara hukum, Indonesia memang patut mengungkap setiap kejadian sesuai dengan kebenarannya. Sehingga setiap pihak tidak mengandalkan dugaan sementara yang hanya merugikan sejumlah pihak tertentu.

Sumber : Kompas.com/Tempo.co/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami