UNESCO: Yesus Dibaptis di Yordania Bukan di Israel

UNESCO: Yesus Dibaptis di Yordania Bukan di Israel

Theresia Karo Karo Official Writer
6050
Selama bertahun-tahun, para peziarah Kristen mengunjungi Sungai Yordan dari arah barat yaitu Israel dan dari arah Timur, yakni Yordania untuk memperingati peristiwa keagamaan bersejarah, yakni pembaptisan Yesus. Tradisi paralel ini memungkinkan Yordania dan Israel bersaing dalam hal pariwisata untuk memasarkan salah satu situs Kristen yang paling penting.

Selain itu, Israel dan Yordania juga sempat berselisih mengenai lokasi pasti pembaptisan Yesus. Masing-masing dari mereka teguh bahwa situs bersejarah tersebut ada di daerahnya. Bila Israel mengklaim di sisi sebelah barat, maka Yordania mengatakan bahwa si sebelah timurlah Yesus dibaptis.

Akan tetapi, saat ini United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan satu daerah pembaptisan Yesus yang dianggap lebih akurat, yakni tepi timur Yordania sebagai situs Warisan Dunia. Badan Kebudayaan PBB ini menyatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan pada pandangan kebanyakan gereja-gereja Kristen.

Pernyataan ini lantas disambut bahagia di Yordania, di mana jumlah wisatawan telah menurun tajam sejak 2011 akibat kelompok militan Islam. Meskipun begitu, keputusan ini lantas mengundang banyak pertanyaan dari para ahli.

Salah satunya adalah arkeolog dari Universitas North Caroline Jodi Magness. Menurutnya, keputusan UNESCO tersebut sangat berbeda dengan kenyataan arkeologi yang ada. “Kita tidak memiliki situs dengan bukti atau sisa-sisa temuan arkeologi sejak abad pertama,” tuturnya seperti yang dilansir dari New York Post (13/7).

Para ahli yang mengkaji pernyataan UNESCO, mengakui bahwa tidak ada bukti arkeologi yang cukup kuat untuk mendasari keputusan Yordania sebagai situs Warisan Dunia.


(Photo: AP)

Sumber : Nypost/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami