Polisi Gagalkan Serangan Ormas Ke Gereja

Polisi Gagalkan Serangan Ormas Ke Gereja

daniel.tanamal Official Writer
4092
<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style>

Kepolisian dari Polres Bantul Yogyakarta berhasil menggagalkan penyerangan terhadap sebuah rumah ibadah. Rumah ibadah yang disasar oleh ormas yang mengatasnamakan agama itu adalah Gereja Baptis Indonesia (GBI) Jemaat Saman.

Puluhan orang dari ormas Front Jihad Islam (FJI) yang datang pada Selasa (14/7/2015) sore ini menuntut agar gereja yang berada di Dusun Saman, Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul tersebut ditutup lantaran belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Namun ratusan polisi dari Polsek Sewon dan Polres Bantul segera membentuk pagar betis untuk mencegah mereka menuju gereja. Aparat bahkan menghentikan kendaraan ormas dan menyita sejumlah alat pemukul berupa tongkat besi.

Massa menuntut proses peribadatan digereja itu dihentikan dan papan nama gereja dicabut. “Polri sudah bilang, rumah tinggal tidak boleh jadi tempat ibadah. Ayo kita masuk, terserah mau ditangkap,” teriak Komandan Laskar Jihad FJI Abdurahman. Aksi ini akhirnya dapat dibubarkan setelah sejumlah aparat melakukan lobi terhadap perwakilan ormas. Setelah tiba waktu berbuka puasa, massa pun segera bubar.

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Ops Polres Bantul Kompol Qori Handoko menyatakan, lembaganya tidak dapat mencabut begitu saja papan nama Gereja Baptis Indonesia Saman lantaran otoritas gereja kini tengah mengurus izin. “Kami hanya memfasilitasi mengamankan supaya tidak ada bentrok. Soal masukan ormas akan kami sampaikan ke Pemkab Bantul yang lebih berwenang,” terang Qori kepada massa ormas.

Saat ini kegiatan peribadahan di gereja tersebut sementara dihentikan selama perizinan belum turun. Perizinan belum lengkap karena masih menunggu persetujuan masyarakat setempat.

Ormas FJI sendiri pada bulan lalu juga telah melakukan aksi dengan membubarkan secara paksa Acara Berkemah Siswa SD & SMP Gereja Advent Surakarta dengan alasan melakukan aktivitas Kristenisasi.



Sumber : solopos
Halaman :
1

Ikuti Kami