Review Buku : Crazy Love

Review Buku : Crazy Love

Lori Official Writer
6927
<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style> Pernahkah Anda bertanya dalam hati apakah orang Kristen pernah mengalami kehilangan esensi hidupnya? Mulai kehilangan cinta mula-mula yang saat pertama kali mengenal Yesus? Ya pastinya. Namun Crazy Love menceritakan kasih Tuhan yang bisa dianggap ‘gila’ oleh manusia. Bagaimana tidak, Dia tidak membutuhkan manusia, tapi Dia begitu mencintai manusia. Tapi kita sebagai umat manusia yang membutuhkan-Nya, tidak mencintai dengan sungguh-sungguh malah seringkali melupakan-Nya. Kita hanya ingat jika kita membutuhkan sesuatu dari-Nya.

Chris Tomlin menulis dalam prakatanya, “Buku ini ditulis bagi orang-orang yang lebih menginginkan Yesus. Buku ini ditujukan untuk orang-orang yang telah bosan dengan yang ditawarkan oleh kekristenan saat ini. Buku ini adalah untuk orang yang tidak ingin hidup biasa-biasa saja, yaitu orang yang merasa lebih baik mati daripada keyakinannya mati.” Wow, betapa luar biasa orang yang punya hati seperti itu untuk Tuhan.

Terkadang kita hanya menjadi orang Kristen yang baik-baik saja. “Asal aku tidak merokok, mabuk, judi, dan lain-lain itu cukup..” Terkadang kita menjadi orang yang suam-suam kuku, tidak panas dan tidak dingin. Terkadang kita menjadi orang yang berpikir kita adalah ‘tanah yang baik’ padahal kita adalah ‘tanah yang dihimpit semak duri’ dunia ini oleh berbagai masalah. Kita harus keluar dari situasi-situasi seperti itu.

Francis Chan mengajak kita untuk berhenti berdoa. Jadi, kita tidak perlu berdoa dan berbicara dengan Tuhan lagikah? Bukan itu yang dia maksud. Seringkali, kita menjejalkan banyak permohonan dalam doa kita. Salomo sendiri mengingatkan utnuk tidak cepat berkata-kata di hadirat Tuhan. Kita jadi lambat mendengar, cepat berkata-kata, dan cepat marah. Karena itu, Francis mengajak kita semua untuk menghampiri Tuhan tanpa berkata-kata tapi penuh dengan hormat dan rasa kagum akan Dia.

Banyak hal yang Francis Chan ungkapkan. Dia mengajak kita mengagumi Tuhan yang menciptakan pohon elm dengan 6 juta helai daunnya, menciptakan emosi dan jenis tertawa berbeda manusia, banyak lagi yang lainnya. Francis juga mengajak kita untuk memahami bagaimanakah kita membalas kembali crazy love yang sudah Tuhan berikan untuk kita.

Francis Chan adalah penulis buku laris berjudul Forgotten God dan pembicara untuk modul diskusi BASIC series. Ia juga menulis buku anak-anak yang berjudul Halfway Herbert dan The Big Tractor and the Little Village. Francis melayani sebagai gembala dan pendiri gereja Cornestone Church di Simi Valley, California, dan juga sebagai pendiri Eternity Bible College. Saat ini ia tergabung dalam direksi dari organisasi Children’s Hunger Fund dan World Impact. Francis tinggal di California bersama istrinya Lisa dan empat anaknya.

 

Info Buku

Judul : Crazy Love

Penulis : Francis Chan

Penerbit : Benaiah Books

Harga : Rp 55.000,-



Anda diberkati dengan artikel ini, yuk share artikel ini di Facebook-mu dan ajak teman-temanmu untuk re-share link artikelnya. Semakin banyak yang re-share, semakin keren hadiahnya. Keterangan lebih lanjut, KLIK DI SINI

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami