Lori

Official Writer
27822


Alkitab mencatat, saat masa penciptaan Tuhan menumbuhkan berbagai-bagai pohon di tengah Taman Eden. Pertanyaannya, berapa jenis pohon yang tumbuh di sana? Kita pasti sering menjawab hanya ada dua pohon, yaitu pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.

Berdasarkan yang ditulis dalam Alkitab, terdapat tiga jenis pohon di Taman Eden, yaitu pohon biasa (Kejad1:29-30; Kejad2:29), pohon kehidupan (Kejad2:9, Kejad3:22), dan pohon pengetahuan (Kejad2:9, Kejad9:17, Kejad3:3-6). Setelah memaparkan ketiga pohon itu, Tuhan memerintahkan kepada manusia tentang satu larangan. “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya (Kejadian 2:16-17)”.

Ketika manusia diciptakan, Allah memberi petunjuk supaya buah dari pohon biasa yang buahnya berbiji menjadi makannya (bandingkan Kejadian 2: 16 dan Kejadian 1:29). Begitu juga dengan pohon kehidupan yang disediakan Tuhan boleh dimakan karena pohon ini sudah terlebih dahulu diciptakan sebelum perintah itu disampaikan. Selain kedua pohon ini, Allah hanya melarang supaya jangan dimakan.

Namun karena diperdaya iblis, Adam dan Hawa tergoda untuk mencicipi buah pohon pengetahuan. Padahal Tuhan sudah mengingatkan ancaman jika manusia itu memakan pohon tersebut, yaitu kematian (Kejadian 2:17). Adam dan Hawa harusnya sudah bisa membayangkan akibat dari ketidaktaatan itu. Sayangnya, godaan iblis jauh lebih kuat untuk membutakan pikiran dan hati mereka.

Setelah terjerumus dalam dosa itu, menusia menyadari bahwa mereka telanjang dan harus terpisah dari Tuhan. Mereka harus menanggung penderitaan dan kesengsaraan hidup hingga pada keturunannya. Akibat dari dosa itu pula, dunia semakin penuh dan sesak oleh orang berdosa.

Seandainya manusia mendengar perintah Tuhan terkait larangan itu, mungkin saja manusia masih menikmati fasilitas yang tersedia di Taman Eden. Manusia pasti akan menerima hidup kekal di bumi. Pohon kehidupan merupakan gambaran hikmat Tuhan (Amsal3:1, Amsal3:11, Amsal3:18).

Hikmat-Nya diungkap melalui firman-Nya. Firman itu telah menajdi manusia (Yohan1:14). Dialah Kristus. Ketika dimuliakan di atas gunung, Bapa berkata, “Dengarkanlah Dia (Matiu17:5). Manusia tetap saja bebal, dan jatuh dalam kesukaran besar.

Kisah Adam dan Hawa yang jatuh ke dalam dosa mengingatkan kita tentang ayat Alkitab yang menuliskan tentang ‘mendengar’ dan ‘melakukan’. Kedua hal ini sama pentingnya karena menjadi motor dari tindakan kita. Matius 7: 24 menuliskan bahwa kita harus menjadi pendengar dan juga pelaku firman. Terdapat bagian yang lebih menarik tentang hal ini, bahwa firman Tuhan menyatakan bahwa adalah lebih baik melakukan meskipun tidak mendengar dibanding mendengar namun tidak melakukan (Matiu21:28).

Jadi apa pilihan Anda hari ini? Memilih mendengar firman Tuhan dan melakukannya atau mendengar namun tidak melakukan?

Sumber : Renungan Pagi/jawaban.com/ls


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7237

advertise with us