Kecemasan Berlebihan Orang Tua, Ganggu Mental Anak?

Kecemasan Berlebihan Orang Tua, Ganggu Mental Anak?

Theresia Karo Karo Official Writer
2945
Ketakutan atau kecemasan berlebihan, bila tidak segera ditangani dengan tepat bisa berdampak buruk bagi diri sendiri bahkan bagi orang lain. Hal ini juga mungkin terjadi saat seseorang menjalankan peranan sebagai orang tua. Sebab bila tidak ditanggapi dengan bijak, besarnya cinta orang tua kepada anak bisa berujung pada kecemasan berlebihan.
 
Studi oleh Institute of Psychiatry,Psychology & Neuroscience (IoPPN) di King’s College London mengungkapkan bahwa, kecemasan berlebihan yang ditunjukkan orang tua bisa berdampak buruk, bahkan ‘diwariskan’ ke beberapa generasi di bawahnya.

Penelitian yang melibatkan anak-anak kembar dan orang tuanya ini juga menemukan bahwa, pengaruhnya bukan hanya secara hubungan genetik. Sebab kecemasan berlebihan juga turut andil dalam pembentukan perilaku anak-anak.

Editor American Journal of Psychiatry, Dr Robert Freedman menyatakan bahwa gejala kecemasan ini akan sangat berpengaruh dalam perkembangan mental anak. “Studi menemukan transmisi awal gejala kecemasan dari orangtua kepada anak-anak, bukan melalui latar belakang genetik, tapi dari cara orangtua membesarkan anak-anak mereka.”

Menurutnya, gangguan kecemasan umum biasanya terjadi satu kali dalam hidup seseorang sejak mereka berusia 11 tahun. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk bisa mengontrol rasa cemas dan berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlalu menujukkan kecemasan berlebihan di depan buah hati.

Manfaatnya selain menjaga kesehatan jiwa orang tua, juga bisa membantu perkembangan mental anak. Sehingga nantinya mereka bisa bertumbuh menjadi seseorang dengan pribadi yang tidak gampang cemas dan matang.


Sumber : Beritasatu/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami