Sempat Ditolak, Luwuk Healing Movement Akhirnya Tetap Berjalan

Internasional / 6 July 2015

Sempat Ditolak, Luwuk Healing Movement Akhirnya Tetap Berjalan

daniel.tanamal Official Writer
3067
<!-- endif]-->Meskipun sempat menemui berbagai kendala seperti adanya penolakan dari pihak-pihak tertentu, kegiatan Luwuk Healing Movement and Festival 2015 yang sedianya akan dilakukan di Lapangan Persibal, dipindahkan ke Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB) jemaat Bukit Zaitun. Ibadah berlangsung semarak dan sukses, terlihat dari animo jemaat yang besar untuk menghadirinya.

Acara hari pertama, Senin diawali dengan pengobatan gratis untuk masyarakat setempat bertempat di halaman depan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) jemaat Alfa Omega pada siang hari. Setelahnya pada malam hari sekitar pukul 19.00, ibadah kesembuhan dilaksanakan di GKLB jemaat Bukit Zaitun. “Allah ingin memanifestasikan kebesarannya di Luwuk. Dan setiap kuasa gelap yang ingin menentang kuasa Allah di Luwuk, itu semua akan diruntuhkan. Tuhan mengatakan ini waktunya bagi kita untuk bersinar, untuk bangkit. Bersinar dan bangkit!” seru Pastor Tony Chima membuka ibadah malam itu bersama Ev. Christi Tenges sebagai transleter.

Pastor asal Nigeria yang telah berada selama kurang lebih 10 tahun di Indonesia tersebut mengajak umat untuk percaya dan mengimani bahwa Yesus Kristus sedang bekerja untuk membangun jemaat di Luwuk dengan berbagai berkat dan kesembuhan. “Percayalah, percaya. Imani bahwa Yesus Kristus yang akan menjadi penyembuh dan pengubah kehidupan kita semua di tempat ini. Tetap berdoa, karena iblis tidak suka kita menguasai tempat ini. Kuasa Tuhan lebih besar dari segalanya. Setiap orang yang percaya pada Yesus akan sembuh dan diselamatkan,” tambah Pastor Tony.

Dalah ibadah tersebut artis rohani Eka Deli ikut membawakan pujiannya dengan beberapa lagu rohani disertai dengan kesaksian hidupnya, dimana istri dari Gisbert Pangemanan ini sempat mengalami sebuah penyakit yang tergolong cukup berat tepat saat dirinya mengandung. Namun karena pertobatannya atas kesalahan-kesalahan yang selama ini dilakukan dan juga percaya akan kasih kesembuhan Kristus, Eka disembuhkan secara luar biasa. “Kita punya Allah yang hebat. Allah yang berkuasa atas hidup semua orang. Siapapun yang memberikan hidup kepadaNya akan beroleh kesembuhan,” seru Eka.

Ibadah disemarakkan oleh tarian dari para penari tambourin dengan koreografi yang memukau dimana para penari memperlihatkan prosesi penyucian altar untuk Tuhan sebelum khotbah disampaikan. Acara Luwuk Healing Movement and Festival 2015 yang diselenggarakan oleh Yayasan Agape International Ministries pada hari pertama ini sukses merebut perhatian dan dukungan jemaat setempat di Luwuk.



Sumber : Jawaban.com | Daniel Tanamal
Halaman :
1