Dukung Pernikahan Sesama Jenis, Gereja di Sidney Beri Teguran

Dukung Pernikahan Sesama Jenis, Gereja di Sidney Beri Teguran

Theresia Karo Karo Official Writer
3417
Ratusan perusahaan terlihat memberikan dukungan secara terbuka terhadap pernikahan sesama jenis. Melalui media cetak, sekitar 150 perusahaan memasang logo pada iklan koran sebagai bentuk dukungan mereka atas kesetaraan pernikahan.

Menyikapi hal ini, Gereja Katolik di Sidney  tidak tinggal diam. Keuskupan Agung Sydney memberikan teguran kepada beberapa perusahaan lewat surat untuk menyampaikan keprihatinannya. Dilansir dari Radio Australia, manajer bisnis keuskupan Michael Digges juga turut menulis surat, yang salah satunya ditujukan kepada Direktur mitra di firma hukum Maurice Blackburn, Steve Walsh.

“Dengan keprihatinan mendalam, saya menulis kepada Anda tentang kampanye ‘Kesetaraan Pernikahan bagi Warga Australia’. Anda mendukung kampanye strategis, politik, dan didanai baik secara publik, dirancang untuk menekan Pemerintah Australia agar mengubah UU Perkawinan,” tulisnya.

“Bagi perusahaan untuk berbicara tentang isu-isu seperti ini, tentu saja melangkahi tujuan mereka dan benar-benar harus ditentang,” lanjut Michael dalam surat tersebut.

Terkait isi surat tersebut, Liberty Sanger, salah satu petinggi di Maurice Blackburn mengungkapkan bahwa firma hukumnya tidak akan terganggu. Pihaknya akan tetap mendukung kampanye kesetaraan pernikahan.

Selain itu, surat yang sama juga diterima Federasi Sepakbola Australia. Juru bicara organisasi tersebut juga mengungkapkan hal yang serupa, bahwa mereka akan tetap pada sikapnya.

Sebelumnya, Irlandia telah melegalkan pernikahan sesama jenis pada akhir Mei 2015. Dukungan untuk referendum ini datang dari semua partai politik, berbagai perusahaan besar, hingga para kalangan selebritas di Irlandia. Meskipun begitu, Gereja Katolik Irlandia juga telah berusaha keras untuk menolak dan mengkampanyekan pilihan ‘tidak’.

Namun ajakan ini hanya mampu mengumpulkan dukungan dari warga lanjut usia dan penduduk yang hidup di pedesaan. Sehingga kalah jumlah dengan mayoritas warga Irlandia yang  mendukung referendum ini.

Anda diberkati dengan artikel ini, yuk share artikel ini di Facebook-mu dan ajak teman-temanmu untuk re-share link artikelnya. Semakin banyak yang re-share, semakin keren hadiahnya. Keterangan lebih lanjut, KLIK DI SINI.
Sumber : Radioaustralia/Jawaban.com by tk

Ikuti Kami