Korea Utara Klaim Temukan Obat AIDS, MERS dan Ebola?

Health / 23 June 2015

Kalangan Sendiri

Korea Utara Klaim Temukan Obat AIDS, MERS dan Ebola?

Lori Official Writer
3769
Wabah penyakit yang saat ini sedang menjadi soroton dunia global adalah MERS. Penyakit yang berasal dari Arab Saudi ini menambah deretan penyakit mematikan setelah HIV/AIDS, Sars dan Ebola. Namun belakangan ini tersiar kabar bahwa Korea Utara (Korut) telah menemuka obat bagi penyakit-penyakit tersebut.

Kabar ini diketahui mengendus dari kantor berita Korea Utara, Korea Central News Agency (KCNA) yang menyebutkan bahwa ilmuwan negara tersebut berhasil mengembangkan obat yang dinamai Kumdang-2 yang diolah dari bahan ginseng yang ditanam dengan pupuk campuran bertanah langka serta ditaburi dengan sejumput ‘emas dan platinum’.

Dalam laman pro-Korut Minjok Tongshin, dituliskan bahwa ramuan ginseng itu sebenarnya sudah ada sejak tahun 1996. Ginseng dikenal mengandung beragam nutrisi yang berguna untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan seperti: meningkatkan daya tahan tubuh; meningkatkan kadar gula darah; mengatasi kanker dan jantung; memulihkan kondisi tubuh yang lelah; menyembuhkan disfungsi ereksi; Hepatitis C, serta tekanan darah tinggi.

Dengan demikian, Korut menilai ginseng dapat menjadi salah satu solusi penyembuhan penyakit mematikan karena mampu memulihkan kekebalan tubuh. “Virus mematikan seperti Sars, Ebola dan MERS adalah penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan, sehingga bisa dengan mudah diatasi dengan obat suntik Kumdang-2, yang merupakan pengembali kekebalan tubuh yang kuat,” terang KCNA, seperti dikutip Cnn Indonesia.

Sayangnya, penemuan tersebut tidak menerakan bukti ilmiah yang bisa diakui bahwa obat tersebut memang sudah teruji secara klinis. Sehingga wajar bila masyarakat dunia masih meragukan keakuratan klaim tersebut. Hal serupa pun pernah terjadi, ketika negara di bawah pimpinan Kim Jong-un itu telah menemukan vaksin mujarab untuk menyembuhkan Sars pada tahun 2006 dan 2013 silam.

Terkait klaim tersebut, dunia masih tetap menunggu bukti akurat dan ilmiah terkait penemuan mutakhir itu.


Anda diberkati dengan artikel ini, yuk share artikel ini di Facebook-mu dan ajak teman-temanmu untuk re-share link artikelnya. Semakin banyak yang re-share, semakin keren hadiahnya. Keterangan lebih lanjut, KLIK DI SINI

Sumber : Detik.com/Cnnindonesia.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami