Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
1940


Tak sedikit pasangan suami istri (pasutri) yang menyesal karena tidak memeriksakan kesehatan saat pranikah. Mengapa tidak? Banyak dari pasutri yang sudah bertahun-tahun menikah  harus menerima kenyataan bahwa salah satu atau kedua belah pihak mengalami masalah kesehatan.

Akibatnya, konflik pernikahan pun terjadi, banyak yang berujung pada pertengkaran hingga perceraian karena salah satu pihak tidak bisa menerima kondisi pasangan. Misalnya, salah satu pasangan megalami masalah kesehatan dan kesuburan. Tak sedikit dari pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun ternyata belum dianugerahi momongan.

Banyak orang yang mungkin tidak melakukan pemeriksaan kesehatan ini sebelum menikah karena dinilai akan sangat membahayakan hubungan atau justru malah menimbang karena biaya yang terbilang mahal. Padahal jika saja menyadarinya sejak awal, pasutri mungkin saja sudah melakukan berbagai upaya atau pengobatan lebih dini untuk meminimalkan segala kemungkinan buruk yang terjadi di masa depan.

Cek kesehatan pranikah atau premarital check up ini merupakan salah satu tahap dalam persiapan pernikahan yang seharusnya tidak bisa diabaikan. Karena hal ini bisa mengurangi risiko yang bisa membuat kehamilan tertunda atau tidak bisa hamil. Dengan melakukan tes kesehatan pranikah ini, masalah kesehatan dengan organ produksi wanita ataupun pria bisa langsung segera ditangani.

Idelanya pemeriksaan kesehatan pranikah bisa dilakukan 6 bulan sebelum hari pernikahan. Sehingga jika ditemukan kelainan kesehatan, pasangan masih memiliki waktu untuk disembuhkan terlebih dahulu. Mereka yang hendak menikah disarankan melakukannya ketika keduanya sudah siap dengan kemungkinan yang terjadi.

Sangat diharapkan agar pasangan yang akan menikah bisa saling terbuka tentang masalah kesehatan masing-masing. Pemeriksaan pranikah juga bisa meliputi apa saja, tergantung pada kesepakatan dengan pasangan, baik secara keseluruhan atau hanya mencakup beberapa bagian saja. Seperti misalnya, jika pasangan hanya ingin memeriksakan kehamilan, bisa jadi pemeriksaan itu berpengaruh pada rencana kehamilan yang akan dijalani setelah menikah. Hasil pemeriksaan akan menunjukkan seberapa baik dan buruknya organ reproduksi pria dan wanita.

Namun jika keduanya bersepakat, pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan untuk mendeteksi beragam penyakit seperti Diabetes Mellitus, kelainan jantung bawaan, hipertensi, hepatitis, HIV/Aids, penyakit menular seksual dan kelainan darah dan genetik.

Setelah melakukan pemeriksaan itu, pasangan memang harus berjiwa besar untuk menerima apapun hasil pemeriksaan tersebut. Salah satunya,berjiwa besar untuk tetap masih mau menerima pasangan jika ternyata ada penyakit. Sebaliknya, keduanya malah bisa saling menerima dan mengusahakan proses penyembuhan. Untuk menghadapi hal ini, memang satu-satunya hal yang paling dibutuhkan adalah kesiapan matang dari kedua belah pihak.

Sumber : Detik.com/jawaban.com/ls

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Gilang Angga 19 August 2019 - 19:48:37

Organisasi Yang di bentuk uni soviet untuk membend.. more..

0 Answer

Fatma Wati 18 August 2019 - 21:07:41

apa jawapan yang di berikan situs kami

0 Answer

Sofely Charolina Sinaga 18 August 2019 - 12:44:15

Syalom saya sofely charolina sinaga mau sharing se.. more..

1 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7273

Banner Mitra Agustus Week 3