8 Kunci Sukses Bisnis Wedding Organizer

Entrepreneurship / 10 June 2015

8 Kunci Sukses Bisnis Wedding Organizer

Theresia Karo Karo Official Writer
14340
Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melaporkan rata-rata  terdapat 2,5 pernikahan yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Bila melihat secara jeli, data ini tentu bisa menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Ya, bisnis Wedding Organizer (WO). Saat ini banyak pasangan yang memilih menggunakan jasa WO untuk membantu mereka mewujudkan ‘hari bahagia’ nya. Para calon pengantin ingin agar momen sakral ini bisa menjadi kenangan indah selamanya.

Untuk menjawab besarnya animo klien untuk mewujudkan konsep pernikahan yang unik dan berkesan, bisnis WO pun semakin berkembang di Indonesia. Apalagi ditambah dengan budaya di Indonesia, yang kerap menyebar undangan kepada banyak orang saat menggelar pesta pernikahan. Keuntungan bisa menjadi bonus yang cukup memuaskan.

Bagi Anda yang tertarik dengan usaha WO, ada baiknya untuk mempersiapkan delapan hal berikut:

1. Merek
Ciptakan nama yang sesuai dengan kepribadian wedding organizer yang ingin Anda geluti. Untuk mempersiapkan ini, memang dibutuhkan waktu dan pemikiran yang lebih. 

2. Company profile
Karena WO adalah bisnis yang dinamik, maka mempersiapkan company profile adalah sebuah keharusan. Oleh sebab itu, perangkat seperti kartu nama dan situs usaha sebaiknya telah dipersiapkan sebelumnya.

3. Kumpulkan kru
Kru adalah tim yang membantu penggagas demi kelangsungan acara. Hal ini meliputi, bagian kreatif, bagian produksi penyedia keperluan acara, bagian artist dan talent, bagian keuangan, hingga pemasaran. Sebab Anda tidak mungkin bisa mengerjakan semuanya sendiri.

4. Punya empati
Berbicara tentang selera, masing-masing orang tentu memiliki seleranya masing-masing. Oleh sebab itu, WO harus bisa mengerti kebutuhan dan siap mendengarkan ide atau harapan dari para kliennya.

5. Detail dan teratur
Karena pernikahan adalah babak penting dalam kehidupan setiap orang, oleh sebab itu WO harus siap mencatat secara detail dan teratur keperluan serta semua hasil pembicaraan yang sudah disepakati bersama.

6. Penengah
Penengah berarti, WO harus siap menjadi penghubung yang bijaksana dari banyak pihak. Misalnya antara pengantin dan vendor, panita dan keluarga, dan lainnya. Untuk itu pastikan, komunikasi yang dijalankan lancar dan berjalan dua arah.

7. Good Partner
Pastinya, WO diharapkan bisa bekerja sama dengan berbagai pihak. Tentunya untuk mendukung kelancaran dan keberlangsungan acara. Dan jangan lupa untuk service oriented, atau dengan kata lain punya hati untuk melayani kebutuhan klien.

8. Pengetahuan tentang wedding diharuskan
Bagi Anda yang tertarik dengan WO, dari sekarang perkaya pengetahuan tentang pernikahan. Paling tidak hal-hal paling dasar seperti, pengaturan bunga, koordinasi warna, foto, dan sebagainya. Banyak sumber yang bisa dimanfaatkan, antara lain buku, internet, bahkan Wedding Expo, Jakarta Wedding Festival, hingga Wedding Fair.

(Photo: Excellentorganizer.weebly.com)

Sumber : Ciputraentrepreneurship/Kizzio.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami