Beli Properti, Lebih Untung Tunai Atau Kredit?

Beli Properti, Lebih Untung Tunai Atau Kredit?

Puji Astuti Official Writer
4393

Saat ini hampir apa saja bisa dibeli secara kredit, bahkan ada para penjual otomotif yang menolak untuk menjual barang secara tunai. Namun jika untuk investasi seperti membeli properti, secara umum orang berpikir bahwa lebih untung membelinya secara tunai. Tetapi ternyata membeli properti secara tunai ataupun kredit memiliki untung-ruginya masing-masing.

Membeli tunai mengurangi biaya dan lebih berpeluang menang saat menawar

Dengan membayar tunai yang pasti Anda bisa memotong biaya bunga bank dan juga biaya administrasi pelunasan jika Anda membeli secara kredit. Membeli secara tunai juga membuat si penjual lebih tertarik karena mereka tidak perlu kuatir calon pembeli akan membatalkan transaksi atau ditolak kreditnya oleh bank. Pembelian secara tunai juga memungkinkan Anda untuk menawar dan mendapatkan harga lebih murah dibandingkan jika membeli secara kredit.

Kredit pun bisa memberi keuntungan

Walau Anda bisa membeli secara tunai, namun membelinya secara kredit juga tidak ada salahnya, terlebih jika properti tersebut membutuhkan perbaikan yang cukup besar. Dengan membelinya secara kredit, Anda hanya perlu mengeluarkan dana untuk uang muka, jadi Anda masih memiliki sisa uang cukup banyak untuk melakukan renovasi.

Jika Anda berpikir bahwa Anda rugi karena harus membayar bunga kredit, maka manfaatkanlah bangunan itu seperti disewakan sehingga mungkin saja biaya sewa bukan hanya menutup biaya bunganya namun juga cicilan dari properti tersebut. Sedangkan sisa uang tunai yang Anda miliki bisa diinvestasikan kembali dalam usaha lain atau juga surat-surat berharga.

Lalu manakah yang lebih menguntungkan, membeli rumah secara kredit atau tunai?

Jawabannya adalah bagaimana perhitungan investasinya, apakah jika Anda membeli secara tunai Anda mendapatkan keuntungan lebih besar dari kredit atau sebaliknya. Namun sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah secara kredit, pastikan Anda bisa membayar cicilan tiap bulannya dan juga memiliki biaya cadangan untuk 6 bulan atau 12 ke depan jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Sebab dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini, jaring pengaman keuangan sangat diperlukan.

Sumber : Investopedia | Puji Astuti

Ikuti Kami