Diperintahkan Tuhan, Pengusaha Ini Bangun Salib Raksasa Di Pakistan

Diperintahkan Tuhan, Pengusaha Ini Bangun Salib Raksasa Di Pakistan

daniel.tanamal Official Writer
4995
<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style> Kenyataan bahwa umat Kristen mendapat penganiayaan yang cukup besar di Pakistan tidak membuat seorang pengusaha muda ini untuk takut ataupun gentar. Dirinya jutru menyatakan akan membuat Salib berukuran raksasa dan juga mengajak umat Kristen lainnya untuk tidak melarikan diri dan tetap tinggal di negara itu.

Pengusaha bernama Parvez Henry Gill itu mengklaim bahwa dirinya telah diperintahkan oleh Tuhan dalam sebuah mimpi untuk memulai sebuah misi yang baik bagi orang-orang Kristen di Pakistan. Salah satunya adalah membangun sebuah salib berukuran raksasa setinggi 140 kaki. Gill juga mendesak sesama anggota komunitas minoritas Kristen di Pakistan untuk menghentikan melarikan diri dari negara itu dan bangkit melawan kekerasan rasial."Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut," kata Gill seperti dirilis IB Times, Rabu (27/05/2015).

Salah seorang guru sekolah Kristen yang tidak mempunyai hubungan dengan Parvez, mengatakan bahwa pembangunan salib tersebut dapat menjadi inspirasi dan pengingat untuk terus berharap pada karya keselamatan Tuhan. Namun dirinya tidak menampik bahwa ancaman keamanan bisa datang kapan saja dan setiap dari mereka harus lebih meningkatkan kewaspadaan. "Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan," ujar Nadia Gill.

Gill yang merupakan seorang pengusaha pengembang properti di sebuah kota di pantai selatan Karachi dengan populasi 20 juta jiwa itu ternyata telah mulai membangun salib raksasa ini. Salib beton itu kini sedang dalam proses pembangunan danberlokasi di Gora Qabristan, sebuah kuburan Kristen tertua di Karachi. Gill mengatakan bahwa salib ini adalah tanda dari Tuhan untuk memimpin setiap umat percaya bahwa Tuhan ada dimana-mana, dan untuk itu tidak ada lagi alasan untuk takut menjadi orang percaya.

Namun ada beberapa warga lain yang khawatir bahwa pendirian salib ini akan menjadi provokasi dan babak baru dari penganiayaan orang Kristen di daerah itu. Seperti diketahui, kelompok teroris Taliban dan juga sempalannya sangat aktif untuk mendiskriminasi umat Kristen di negara itu. “Saya kira itu bukan hanya sebuah simbol. Ini merupakan bentuk provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukankah kita sudah merasa cukup dengan semua masalah selama ini?” ujar Saeed Khan, seorang warga yang berprofesi sebagai penjaga toko, sambil memandangi pembangun salib tersebut dari kejauhan bersama beberapa warga lainnya.

Atas apapun komentar dan kenyataan yang ada, Gill nampaknya bersikukuh bahwa pembangunan ini akan terus berjalan dan imannya tidak akan sedikitpun goyah. “Tuhan akan menjadi penjaga saya. Ini adalah tanda kehadiran Tuhan, tidak ada yang lain,” tutupnya.

Pengguna media sosial memuji keberanian pembangunan salib raksasa tersebut. Salib yang dibangun di tengah kota terbesar di Pakistan tersebut diklaim sebagai Salib yang terbesar yang pernah dibangun di Asia.

Sejak lama penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga negara yang 96 persennya merupakan Muslim. Pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk di antaranya  kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras serta teroris terhadap umat Kristen di Pakistan.



Sumber : CBS

Ikuti Kami