Waspadai Bahaya Anak yang Sering Mimpi Buruk

Waspadai Bahaya Anak yang Sering Mimpi Buruk

Theresia Karo Karo Official Writer
3693
Mimpi merupakan bagian dari siklus tidur dan sebagian besar anak tentu mengalaminya. Meskipun begitu, bila Si kecil mengalami mimpi buruk layaknya ‘teror’ di malam hari dalam jangka waktu panjang, maka orang tua segera waspada.

Teror ini biasanya terjadi selama anak tidur nyenyak dan tiba-tiba duduk dalam keadaan panik, meronta-ronta, atau menjerit. Pasalnya, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak yang sering mimpi buruk cenderung mengalami gangguan mental di masa depannya.

Studi dari University of Warwick mengungkapkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara mimpi buruk yang dialami saat masih anak-anak, dengan gangguan psikosis di masa remaja. Untuk membuktikannya, studi ini melibatkan sample dari 4060 orang yang lahir di Inggris.

Para peneliti juga mengundang para orang tua dari responden untuk diwawancarai. Guna mengetahui pengalaman mimpi buruk yang pernah dialami oleh anaknya saat berusia 2 hingga 9 tahun. Hasil wawancara ini kemudian dibandingkan dengan gangguan psikosis yang dialami para reseponden ketika berusia 18 tahun.

Analisa wawancara menunjukkan bahwa, mereka yang sering mimpi buruk di usia 2-9 tahun, 56 persen cenderung mengalami psikosis daripada mereka yang tidurnya tidak terganggu.

Ketua penelitian Andrew Thompson mengungkapkan bahwa, “kecemasan dan gejala depresi yang mungkin dialami responden saat remaja berhubungan dengan mimpi buruk yang kerap didapatkannya saat masa kanak-kanak.”

Studi ini juga menemukan beberapa temuan. Diantaranya saat anak berusia 12 tahun, 24,9 persen dari mereka kerap mengalami mimpi buruk selama enam bulan. Dan sebanyak 7,9 persen dari responden yang mengalami mimpi buruk, pada saat remaja nanti berpotensi memiliki gejala mirip depresi. Selain itu, juga ditemukan bahwa anak-anak ini tiga kali lipat berisiko mengalami psikosis berupa halusinasi dan delusi.

Oleh sebab itu Thompson menyarankan agar anak yang sering mendapat ‘teror’ di malam hari sesegera mungkin ditolong. “Temuan menjelaskan bahwa anak yang kerap mengalami mimpi buruk harus ditangani secara profesional agar tidak memicu depresi saat dewasa,” paparnya.

Selain itu, orang tua juga bisa mengajak Si kecil untuk berdoa sebelum tidur,
minta Tuhan agar anak Anda dapat memimpikan hal-hal indah. Ingatkan anak bahwa malaikat berjaga atas mereka, sehingga anak bisa lebih tenang. Bisa juga dengan memberikan selimut khusus atau mainan untuk menjadi teman tidurnya.

Sumber : Analisadaily/Suara.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami