Studi: Istri Gampang Stres, Suami Rentan Hipertensi

Studi: Istri Gampang Stres, Suami Rentan Hipertensi

Theresia Karo Karo Official Writer
4261
Bagi para wanita aktif yang kerap mengalami stres, entah itu karena pekerjaan, urusan rumah tangga, atau hal lainnya, sebaiknya waspada! Karena ternyata, dampak buruknya tidak hanya menyerang diri sendiri, termasuk juga memperburuk kondisi kesehatan pasangan.

Kesimpulan dari sebuah penelitian di University of Michigan, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa para pria yang mendampingi pasangan stres, lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), dibandingkan pria yang berpasangan dengan mereka yang rileks dan tenang. Hasil ini ditemukan setelah meneliti 1.300 pasangan menikah.

Menariknya, hal ini ternyata tidak berlaku sebaliknya. Bahwa tingkat stres suami sama sekali tidak memberi pengaruh apapun pada tekanan darah sang istri. Menurut para ahli, hal ini mungkin terjadi, karena pria cenderung lebih bergantung pada dukungan pasangan daripada wanita.

Salah satu peneliti, Kira Birditt PhD menyimpulkan bahwa kecemasan pria akan meningkat ketika menghadapi pasangan yang terjebak stres. Inilah yang kemudian memberi pengaruh negatif bagi jantung, sehingga pria cenderung mengalami hipertensi.

“Para suami dapat menderita kesengsaraan dan kesulitan ketika para istri mengalami stres. Karena hal ini berarti para istri tidak bisa memberikan dukungan kepada mereka dalam situasi seperti itu,” ungkap Birditt.

Oleh sebab itu, penting bagi para pria untuk mencari tahu akar masalah yang menyebabkan pasangannya stres. Langkah sederhana adalah dengan menanyakan keadaannya. Misalnya, “Bagaimana harimu?” Selain itu, saat mereka bercerita, beri waktu juga untuk mendengar setiap keluh kesahnya.

Birditt menyarankan para suami untuk tetap mendukung sang istri saat mereka menunjukkan gejala stres. Terkadang, seseorang hanya perlu didengar. Anda tidak dituntutnya untuk langsung membantu menyelesaikan masalah.
Sebab dukungan dari orang yang dicintai bisa membuat seseorang lebih kuat

Disamping itu, akan lebih baik bila para suami juga bisa memberi dukungan melalui doa dan saling menguatkan dalam iman. Depresi biasanya menyerang mental dan melalui penguatan spiritual, para suami bisa membantu istri untuk lepas dan kembali stabil. Namun, apabila kondisi semakin memburuk, sebaiknya segera beralih ke para ahli. Sehingga istri bisa segera ditolong dan mendapat penanganan medis yang tepat.


Sumber : Kompas/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami