Pemimpin Dunia Serukan Bantuan Untuk Pengungsi Rohingya

Pemimpin Dunia Serukan Bantuan Untuk Pengungsi Rohingya

Lori Official Writer
3001
Para pemimpin dunia bersama-sama menyerukan penyaluran bantuan bagi pengungsi Rohingya asal Myanmar dan Bangladesh, baik yang masih terombang-ambing di tengah lautan Andaman dan kekurangan pasokan makanan maupun yang sudah berada di pengungsian.

Seperti diungkapkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Minggu (24/5). Meski Indonesia sudah menampung ribuan imigran illegal itu di Aceh, namun ia tetap menyerukan dunia Internasional untuk turun tangan membantu penanganan pengungsi tersebut ke depannya.

“Kita sedang menghitung-hitung dan melakukan kalkulasi mengenai biaya yang dibutuhkan. Namun penanganannya tetap memerlukan dukungan dunia Internasional,” ucap Jokowi. Ia juga tak lupa meminta kerja sama PBB dalam penanganan para pengungsi ke depannya.

Sementara Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak telah menawarkan bantuan dalam bentuk upaya penyelamatan ribuan pengungsi Rohingya yang masih berada di lautan. Tak ketinggalan, bantuan lainnya datang dari pemerintah Thailand, yang lebih menawarkan bantuan dana, dan menolak untuk memberi tumpangan bagi imigran di negara tersebut.

Kasus yang menimpa warga Rohingya memang sudah menjadi persoalan dunia. Tak heran jika pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus pun turut prihatin atas nasib yang menimpa warga Myanmar dan Bangladesh itu. Ia mengaku sangat menghargai upaya negara-negara yang telah membantu warga Rohingya itu. “Saya terus mengikuti dengan rasa khawatir yang mendalam dan rasa sakit di dalam hati saya soal cerita pengungsi di Teluk Benggala dan Laut Andaman,” kata Paus Fransiskus, seperti disampaikan kepada ribuan jemaat yang berkumpul di alun-alun Saint Peter, Vatikan, Minggu (24/5).

Seperti diketahui, berdasarkan data Indonesia telah menampung sekitar 1.800 orang pengungsi Myanmar dan Bangladesh di Kota Langksa, Aceh. Sementara Malaysia telah mendaratkan sebanyak 1.107 orang pengungsi di Pulau Langkawi.

Sumber : Bbc.co.uk/Cnnindonesia.com
Halaman :
1

Ikuti Kami