Nus Reimas: Prostitusi Bisa Diselesaikan Melalui Pertobatan

Nus Reimas: Prostitusi Bisa Diselesaikan Melalui Pertobatan

daniel.tanamal Official Writer
3482

Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) Pdt. Dr. Nus Reimas menyatakan agar setiap pihak tidak terjebak pada wacana dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akan membuat lokalisasi prostitusi di ibukota. Nus mengajak setiap pihak untuk menyadari bahwa solusi terhadap praktek prostitusi adalah melalui pembinaan yang bermuara pada pertobatan.

“Saya tidak terlalu setuju atas wacana ini. Tapi, saya kutip dari wawancara Ahok, bahwa dia kan baru lempar wacana, jadi setiap orang jangan terjebak dalam wacana. Kalau kita cuma terjebak dalam sebuah wacana ini, itu nanti dipolitisir.Kita justru harus kembali melihat pembinaan manusia mulai dari keluarga sehingga kita bisa hidup benar dihadapan Tuhan. Ahok juga pasti tujuannya baik. Tapi apakah semua orang mau dilokalisasi? Banyak mereka sekarang diam-diam memakai media sosial. Dan media sosial, kita tahu bersama bahwa saat ini tidak bisa dibendung oleh siapapun,” katanya kepada Jawaban.com via telepon, Kamis (7/5/2015).

Nus menanmbahkan bahwa melihat pengalaman sebelumnya, mengenai kebijakan pemerintah dalam lokalisasi prostitusi tidak menyelesaikan apa-apa. “Prostitusi sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia oleh karena dosa. Jadi bagaimana lembaga keagamaan, gereja, mesjid, pura dan lain-lain untuk punya tanggung jawab dan komitmen untuk membina semua warga bahwa hidupnya tidak untuk diperjualbelikan. Lokalisasi jelas tidak menyelesaikan. Prostitusi itu sekarang bermain dengan media. Kalau sudah main di media, untuk apa lokalisasi? pengalaman selama ini memperlihatkan bahwa lokalisasi tidak menghasilkan dan menyelesaikan apa-apa. Ini sudah menjadi tabiat manusiawi,” jelasnya.

Satu-satunya solusi yang menurut Nus akan mampu menyelesaikan prostitusi ini adalah melalui jalan pertobatan, tentunya dengan melalui arahan dan bimbingan dari setiap lembaga keagamaan. “Jalan keluarnya adalah pertobatan menyerahkan hidup pada Tuhan, dalam perspektif Iman Kristiani kita, ketika dia menerima Kristus, Roh Kudus ada didalam dirinya, dia menyadari bahwa tubuhnya adalah Bait Allah, maka dia akan hidup untuk menyenangkan Hati Tuhan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Ahok melempar wacana akan membuat lokalisasi prostitusi di ibukota. Wacana ini mendapattanggapan beragam dari berbagai pihak. Namun baru-baru ini, Ahok mengakui bahwa hal itu memang hanya lempar wacana dengan tujuan bahwa warga sadar bahwa di Jakarta ada 'lokalisasi' terselubung. Ahok juga berpendapat ide itu sulit terealisasikan karena melanggar UU KUHP.




Sumber : Jawaban.com | Daniel Tanamal

Ikuti Kami