7 Tips Aman Mendaki Gunung Ijen

7 Tips Aman Mendaki Gunung Ijen

Lori Official Writer
5970
Gunung Ijen di Banyuwangi merupakan salah satu tujuan wisata yang memberi pesona yang tak kalah menariknya dengan Semeru (Surabaya) atau Rinjani (Lombok). Kawahnya yang elok dengan fenomena api biru yang hanya didapatkan di Indonesia dan Islandia serta sunrise dan sunset di puncak gunung setinggi 2.443 mdpl yang menawan menjadi alasan bagi banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung.

Jalur trekking yang tak mudah, mewajibkan para pendaki untuk memperhatikan 7 tips pendakian berikut :

1. Siapkan fisik dan stamina yang fit

Normalnya, dibutuhkan waktu 2 jam untuk tiba di puncak gunung Ijen. Trek yang akan dilalui pendaki untuk mencapai Kawah Ijen adalah sekitar 3.8 kilometer. Di kilometer pertama medannya lumayan datar, namun dikelometer berikutnya wisatawan harus berhati-hati karena jalurnya yang menanjak dan curam. Untuk mendapatkan keindahan di atas, para pendaki umumnya mulai melakukan pendakian pada dini hari atau sekitar pukul 01.00 – 02.00 WIB. Tak ubahnya mendaki gunung-gunung lain di nusantara, para pendaki Gunung Ijen juga perlu mempersiapkan stamina dan fisik yang baik dengan beristirahat cukup dan berolahraga sebelum mendaki. Jangan lupa untuk memakai pakaian hangat karena suhu udaranya akan sangat rendah.

2. Gunakan pemandu berpengalaman

Bagi Anda yang masih belum pernah berkunjung ke Gunung Ijen, ada baiknya menyewa pemandu berpengalaman. Mereka bisa memandu pendaki menyusuri jalur-jalur trekking yang cukup ekstrim.     

3. Siapkan peralatan pendakian

Mendaki pada dini hari tentu saja akan lebih berisiko karena harus menyusuri jalanan yang masih gelap. Nah, untuk itu pendaki harus melengkapi diri dengan alat penerangan seperti senter. Selain itu, bawa juga jaket tebal dan sapu tangan basah atau masker penutup hidung untuk tidak menghirup bau belerang yang menyengat di puncak Gunung Ijen.

4. Bawa makanan dan minuman

Perjalanan mendaki selama 2 jam akan membuat pendaki merasa lelah dan lapar akibat pengaruh dingin yang menusuk. Nah, akan sangat baik bila pendaki membawa bekal makanan dan minuman secukupnya. Bawalah sejenis cemilan ringan berupa roti manis dan air mineral botol.

5. Beristirahatlah bila sudah merasa lelah

Menjadi hal yang sangat penting bagi pendaki untuk memperhatikan kondisi fisik. Jalur yang panjang tentunya akan membuat tenaga semakin menurun. Sehingga dibutuhkan istirahat disela-sela perjalanan. Pendaki bisa berhenti sejenak di tengah perjalanan dan menikmati cemilan ringan dan air mineral untuk memulihkan kembali stamina.

6. Patuhi larangan dan arahan yang berlaku

Setiap wisata tentunya akan dikenakan larangan atau aturan tertentu, misalnya tidak membuang sampah sembarangan selama perjalanan. Demi keselamatan, pengelola wisata Gunung Ijen menentapkan larangan pendakian bagi mereka yang memiliki riwayat kesehatan seperti pengidap penyakit asma, jantung dan tekanan darah tinggi dilarang keras mendaki Gunung Ijen.

Selain itu, patuhi pula instruksi petugas bila sewaktu-waktu kondisi magma kawah ijen kurang memungkinkan untuk dikunjungi. Atau demikian pula dengan larangan untuk menuruni Kawah Ijen bila tidak disertai dengan pemandu yang berpengalaman.

7. Pilih waktu tepat mendaki Gunung Ijen

Waktu terbaik mendaki Gunung Ijen adalah saat musim kemarau atau sekitar bulan Juni-September. Akan sangat berbahaya bila mendaki di saat musim hujan sebab jalur trekkingnya akan sangat licin dan rentan longsor. Sementara untuk mendapat momen indah di puncak Gunung Ijen pendaki disarankan memulai perjalanan paling lama pada pukul 05.00 WIB. Perjalanan dua jam ke puncak gunung saat masih dalam keadaan gelap akan memberi pengalaman yang berbeda bagi pendaki, selain udaranya yang masih sejuk uap belerang pun belum berbau.

Sumber : Kompas.com/Detik.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami