Ilmuwan Klaim Temukan Makam Yesus Kristus

Internasional / 12 April 2015

Kalangan Sendiri

Ilmuwan Klaim Temukan Makam Yesus Kristus

daniel.tanamal Official Writer
7614

Dua ilmuwan Israel yaitu geolog Arye Shimron dan pembuat film serta wartawan asal Israel, Simha Jocobovici mengklaim telah menemukan makam Yesus Kristus bahkan disebutkan bahwa terdapat fakta bahwa Yesus dimakamkan bersama anak dan istrinya.

Mereka mengatakan itu setelah meneliti artefak bersejarah "makam keluarga Yesus" dan "Peti James". Artefak "makam keluarga Yesus" ditemukan pada tahun 1980 di tengah maraknya pembangunan properti kota Jerusalem. Artefak itu ditemukan di Talpiot sehingga kerap juga disebut "makam Talpiot". Dua puluh persen dari kotak peti memiliki pahatan nama. Beberapa kotak peti mencuri perhatian ilmuwan karena memiliki pahatan bertuliskan "Yesus putra Yosep", "Maria", "Joseph", "Mary", "Yose", dan yang paling kontroversial "Yudas putra Yesus".

Fakta baru kini muncul setelah dua minggu lalu Shimron mendapatkan akses untuk meneliti "kotak peti James". Dia menganalisis patina, lapisan tipis pada batuan, yang berada di bagian agak dalam pada kotak peti. Menurut dia, patina permukaan bisa terkontaminasi. Shimron mengungkapkan, analisis kali itu untuk mengetahui hubungan antara "makam keluarga Yesus" dan "kotak peti James". Diharapkan, cara itu bisa mengungkap fakta baru tentang dua artefak itu.

Setelah melakukan 200 analisis kimia dari 25 kotak peti, Shimron menemukan bahwa hasil tes magnesium, silikon, dan besi pada dua artefak itu cocok. Bahkan, tanah yang ada pada bagian dua artefak itu sama."Penemuan ini menunjukkan bahwa 'kotak peti James' itu memang otentik dan 'makam keluarga Yesus' memang milik keluarga Yesus dari Nazareth," ujar Jocobovici seperti dikutip Jerusalem Post, Senin (6/4/2015).

Shimron dan Jocobovici sadar betul bahwa hasil temuannya akan memicu perdebatan dengan umat Kristiani. Namun, ia meminta umat Kristiani untuk tenang dan merasionalkan temuannya. Proses penelitian itu sendiri menurut dia bersifat ilmiah, dan bukan didasari agama.



Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami