Ingin Investasi Reksadana? Pahami 4 Angka Rasio Ini (1)

Ingin Investasi Reksadana? Pahami 4 Angka Rasio Ini (1)

daniel.tanamal Official Writer
2448
<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-fareast-language:EN-US;} </style> Penulis Buku “Sukses Finansial dengan Reksa Dana” dan “Fit Focus Finish” Rudiyanto menjelaskan bahwa siapapun yang ingin investasi reksadana untuk terlebih dahulu memahami risiko dan cara kerjanya, baru menikmati hasil keuntungan reksa dana.

Salah satu Manajer Investasi terbesar di Indonesia ini mengibaratkan reksadana untuk mencapai tujuan keuangan sebagai langkah maraton, bukan sprint. Untuk bisa “berlari” dalam jangka panjang itu tentu tidak cukup hanya punya target mau mencapai garis finish dan bagaimana cara berlari yang benar saja, akan tetapi fisik juga harus dipersiapkan.

Berikut adalah 4 angka rasio yang disarankan oleh Rudiyanto untuk mengukur sehat atau tidaknya keuangan seseorang, sebagai langkah awal untuk pertimbangan berinvestasi di reksadana.


1. Rasio Pendapatan Terhadap Pengeluaran
Pendapatan adalah semua penghasilan yang sifatnya rutin seperti gaji dan tidak rutin seperti komisi. Pengeluaran adalah mulai dari belanja kebutuhan rutin, tranportasi, rekreasi, cicilan utang dan lainnya.  Yang tidak termasuk pengeluaran adalah kegiatan investasi seperti menabung uang di bank, membeli emas, reksa dana dan instrumen investasi lainnya secara uang tunai.

Misalkan pendapatan anda secara bulanan rata-rata Rp 12 juta dan pengeluaran anda adalah Rp 10 juta, maka Rasio Pendapatan Terhadap Pengeluaran adalah Rp 12 juta dibagi Rp 10 juta = 1,2. Sehat adalah jika rasio ini di atas angka 1.

2. Rasio Cicilan Produktif dan Cicilan Konsumtif
Dengan harga tanah, rumah, apartemen, mobil, motor yang semakin meningkat, adalah sangat wajar jika seseorang memiliki utang. Sepanjang hutang ini dipergunakan untuk tujuan yang sifatnya produktif, maka seseorang masih bisa dikatakan sehat secara keuangan.

Ada 2 kondisi berutang yang bisa menyebabkan seseorang dikatakan tidak sehat secara keuangan. Pertama cicilan utang produktif dibagi dengan total pendapatan bulanan lebih besar dari 30 persen.

Misalkan penghasilan anda Rp 10 juta, untuk menunjang tranportasi ke kantor anda mengambil cicilan mobil dengan nilai Rp 4 juta setiap bulan. Sehingga jika dihitung rasionya 40 persen (Rp 4 juta bagi Rp 10 juta).

Kedua, cicilan utang konsumtif dibagi dengan total pendapatan bulanan lebih besar dari 0 persen. Yang dimaksud dengan cicilan utang konsumtif adalah cicilan yang dipergunakan untuk membeli barang yang sifatnya konsumtif seperti smartphone, perhiasan, dan lainnya.

Artinya begitu punya utang konsumtif, langsung seseorang dinyatakan tidak sehat secara keuangan. Sedikit fleksibilitas, apabila smartphone dipergunakan untuk membantu pekerjaan bisa dikategorikan produktif. Jika mayoritas hanya digunakan untuk main game, maka masuk kategori konsumtif.


Sumber : Kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami