Menikmati Kemeriahan Larantuka di Hari Paskah

Travel / 26 March 2015

Kalangan Sendiri

Menikmati Kemeriahan Larantuka di Hari Paskah

Lori Official Writer
4878
<!--[endif]-->
Paskah menjadi momen besar bagi masyarakat Larantuka, Flores Timur. Pasalnya masyarakat yang mayoritas beragama Katolik dikenal sangat kental dengan tradisi khas paskah yang telah diwariskan turun temurun.

Tradisi inilah yang menjadi magnet kuat bagi umat Kristiani untuk menikmati kemeriahan yang tercipta di Larantuka saat paskah tiba. Salah satunya daya tariknya adalah upacara Semana Santa atau Pekan Suci penyambutan Jumat Agung yang dilakukan selama empat hari berturut-turut. Biasanya akan dimulai pada hari Kamis Putih dan berakhir pada Minggu Paskah.

Saat paskah ini pula, ribuan pengunjung akan memadati Larantuka, khususnya saat Minggu Palem hingga puncak acara Jumat Agung. Para pengunjung berdatangan dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Masyarakat akan mulai menjalani ritual keagamaan Misa Rabu Trewa di masing-masing paroki. Trewa artinya bunyi-bunyian terakhir setelah misa pukul 20.00 Wita.

Tradisi ini dilanjutkan dengan Kamis Putih yang dijalankan dengan penuh hikmat, laiknya Nyepi pada agama Hindu. Masyarakat akan berkumpul di Kapel Devotees dan berdoa untuk mengenang pengkhianatan Yudas Iskariot. Ritual ini akan membuat kota Larantuka berubah menjadi kota berkabung, tenggelam dalam khidmat dan refleksi rohani. Di hari itu pula patung Bunda Maria yang disebut dengan Tuan Ma dan patung Yesus Kristus atau Tuan Ana dikeluarkan dan diletakkan di Gereja Katedral Larantuka. Warga bahkan diperbolehkan mencium kedua patung sebagai bentuk rasa hormat. Ritual ini akan berlangsung hingga Jumat pukul 13.00 Wita.

Ritual yang tak kalah meriah adalah prosesi arak-arakan Patung Tuan Ma dan Tuan Ana pada malam hari di Jumat Agung. Sejumlah ornamen penyaliban atau alat sengsara akan turut dibawa untuk mengingatkan kembali tentang penderitaan Yesus. Ribuan orang akan berjalan sembari membawa lilin di tangan dan melafalkan doa dan mengalunkan lagu pujian. Ritual ini bisa dikatakan prosesi yang mirip dengan jalan salib, meskipun Larantuka tetap memiliki gaya tersendiri dalam merayakannya.

Dalam arak-arakan, rombongan peziarah akan berhenti di setiap Armida atau perhentian. Perhentian ini sebagai tanda kesengsaraan Yesus dari Taman Getzemani menuju Golgota. Perjalanan dari katedral menuju katedral dilakukan dengan hikmat. Setiap orang akan melafalkan doa-doa yang sangat terasa memenuhi atmosfer Larantuka.

Di hari Sabtu, Patung Tuan Ma dan Tuan Ana akan diarak dan diantarkan ke kapela masing-masing. Prosesi ini berakhir pada hari Minggu Paskah, dimana Yesus telah bangkit dari kematian. Hari ini adalah hari yang penuh suka cita bagi umat Kristiani di Larantuka.

Tak heran bila ritual paskah yang penuh selama sepekan ini banyak mengundang ketertarikan bagi wisatawan. Tradisi ini bagaikan kekayaan yang hanya dimiliki oleh Larantuka hingga saat ini dan patut dilestarikan. Sikap warga yang ramah dan terbuka menyambut para pengunjung juga menjadi salah satu sisi terbaik yang melekat kuat di hati para wisatawan.

Tertarik menyaksikan kemeriahan paskah di Larantuka sahabat jawaban? Selamat menyambut paskah suci dengan hikmat!

Sumber : jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami