Buku Agama Ajarkan Bunuh Non-Muslim Beredar di Jombang

Buku Agama Ajarkan Bunuh Non-Muslim Beredar di Jombang

Theresia Karo Karo Official Writer
4813
Pada sejumlah sekolah di Jombang, Jawa Timur, beredar buku pendidikan agama Islam untuk kelas XI SMA yang berisi paham radikalisme. Hal ini terlihat pada halaman 78 buku yang memuat ajaran bahwa orang yang menyembah selain Allah atau non-Muslim boleh dibunuh. Selain itu, juga ditemukan materi lain yang mengarah pada intoleransi antarumat beragama.

Mengetahui hal ini, Kementerian Agama mengeluarkan larangan untuk peredaran buku agama tersebut, karena dianggap berbahaya bagi anak-anak Indonesia. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mengungkapkan bahwa buku yang mengandung paham radikalisme tersebut harus segera di revisi.

Dirinya beranggapan bahwa radikalisme tidak dibenarkan oleh ajaran agama apapun. “Buku itu harus direvisi. Sampai pada penyempurnaan, itu menjadi pengganti (buku lama),” ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin (23/3).

Saat ini Kementerian Agama telah melakukan upaya untuk menghambat perluasan penyebaran ajaran radikalisme dalam dunia pendidikan. Beberapa contohnya, dengan melakukan komunikasi intensif dengan para pendidik pesantren, para tokoh agama, guru agama untuk menyampaikan pelajaran agama sesuai ajaran yang benar.

Di lain pihak, dilansir dari Tempo.co (23/3), Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin juga mengungkapkan keprihatinannya. Menurutnya, akan sangat berbahaya bila buku ini beredar di seluruh Indonesia dan dibaca oleh 57 juta anak. Hingga saat ini Kementerian Pendidikan masih menelusuri motif dan penyebab kesalahan dalam buku agama tersebut.


Sumber : Tempo/Tribunnews.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami