Kena PHK? Saatnya Mengubah Musibah Menjadi Berkah

Kena PHK? Saatnya Mengubah Musibah Menjadi Berkah

Puji Astuti Official Writer
10680

Siapa yang senang ketika tiba-tiba perusahaan memutuskan untuk mengurangi karyawan, atau bahkan menyatakan bankrut dan menutup usaha. Namun kadang hal itu merupakan situasi yang tidak terhindarkan. Namun Situasi yang tidak pernah diharapkan seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dipecat dari pekerjaan bisa menjadi sebuah pelajaran yang berharga jika kita bisa menyikapinya dengan baik.

Bagaimana Anda merespon setelah kehilangan pekerjaan akan menjadi penentu masa depan Anda. Bahkan mungkin, PHK adalah hal terbaik yang pernah Anda alami. Bagaimana caranya mengubah musibah menjadi berkah? Inilah tipsnya bagi Anda.

Hari pertama : Jangan lakukan apapun

Menurut seorang psikolog, hari dimana seseorang diberhentikan kerja biasanya mengalami shock atau rasa terkejut yang ekstrim. "Tidak ada yang bisa Anda lakukan satu hari setelah dipecat yang tidak bisa dilakukan besok atau minggu depan," demikian ungkap  Martha Finney, penulis buku Rebound: A Proven Plan for Starting Over After Job Loss.

"Tetaplah di tempat tidur Anda jika bisa. Jauhkan telephone dan komputer. Dan ijinkan diri Anda untuk tidak kuatir akan apapun hari itu. Beri kesempatan dan waktu  bagi alam bawah sadar Anda untuk menyerap rasa terkejut itu; Anda akan membuat keputusan lebih bijak nantinya," saran Finney.

Selain itu, hal yang penting lainnya adalah jangan mengungkapkan kemarahan Anda kepada bos atau perusahaan Anda baik secara verbal ataupun tindakan yang mungkin akan Anda sesali nantinya. Dedikasikan satu hari itu untuk menenangkan diri.

Hari ke 2 : Uruslah surat-surat berkaitan dengan PHK

Jangan tanda tangan apapun saat Anda menerima surat pemecatan. Menurut pengacara bagi pekerja di New York City, Steven M. Sack mengungkapkan bahwa segala sesuatunya masih bisa dinegosiasikan.

"Jangan menerima tawaran dari perusahaan begitu saja; mintalah waktu. Ingatlah bahwa setiap pemutusan hubungan kerja itu bisa dinegosiasikan, asalkan Anda tidak dipecat karena mencuri atau memukul seseorang," ungkap Sack.

 Maksimalkan paket pesangan yang Anda bisa terima sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Hal ini mungkin butuh waktu, namun akan sangat berguna ketika Anda harus mencari pekerjaan dalam beberapa bulan ke depan.

Hari ke tiga : Tilik ulang target karir Anda

Anda mungkin tidak mengharapkan kondisi seperti ini, tanpa pekerjaan. Namun PHK memaksa Anda untuk melihat kembali target karir Anda, dan jika Anda memberi waktu untuk mengatur ulang strategi dan tujuan Anda, keadaan akan bisa berubah drastis. Inilah saatnya berpikir "out of the box", mungkin ini waktu yang tepat untuk memulai usaha sendiri atau memulai karir yang baru. Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman Anda.

Hari ke empat : Atur ulang anggaran keuangan

Dengan kehilangan pekerjaan maka Anda kehilangan arus kas, tidak ada lagi pemasukan. Untuk itu langkah penting selanjutnya adalah mengatur ulang anggaran keuangan Anda. Hilangkan pengeluaran yang tidak terlalu penting dan lakukanlah penghematan seperti tidak lagi langganan tv kabel, internet, dan makan diluar.

Hari ke lima : Buatlah rencana untuk mencari pekerjaan atau memulai usaha

Inilah saatnya Anda membuat langkah untuk mengubah musibah menjadi berkah. Mulailah dengan menentukan apakah Anda mau langsung memulai usaha atau akan mencari pekerjaan sambil membangun usaha sampingan. Tahukah Anda bahwa hanya 20% lowongan pekerjaan yang diiklankan, sisanya biasanya mereka mencari dari jaringan orang yang mereka kenal. Jadi mulailah menghubungi teman, kenalan atau saudara Anda. Kirimkan lamaran dan buatlah target setiap harinya, contohnya setiap hari menghubungi dua orang, mengirim 5 lamaran kerja, dan satu mencari lowongan di internet.

Dengan sisa waktu luang Anda, gunakanlah untuk mengembangkan diri dengan mengikuti kursus, atau menjadi sukarelawan di gereja dan lembaga nirlaba, hal tersebut dapat memperluas jaringan kenalan Anda dan juga menambah resume Anda.

Percayalah bahwa yang terbaik masih menanti Anda di depan sana. Jangan patah semangat hanya karena Anda kehilangan suatu pekerjaan. Pandanglah bahwa apa yang terjadi adalah sebuah kesempatan yang Tuhan berikan bagi Anda untuk memulai sesuatu yang baru dan memperluas kapasitas diri Anda.

Sumber : Askmen.com | Jawaban.com | Puji Astuti

Ikuti Kami