Hidupku Hancur Karena Percaya Paranormal

Hidupku Hancur Karena Percaya Paranormal

Tiurma Ida Purba Official Writer
14332

Nama saya Tan Wei Lim. Hidup serba ada di tahun 1980an adalah sebuah kebanggan tersendiri untuk saya. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena tahun 1991 pengajuan untuk kredit ke Bank lumayan sulit. Dan ini pun berdampak pada  banyaknya konsumen yang tidak membayar cicilan. Ketika itu saya sudah memiliki hutang sebesar 250 juta kepada Bank. Dan sebagai jaminannya adalah rumah saya. Saat itu saya sudah sangat merelakan bila saja rumah saya disita.

Dengan keadaan yang terhimpit, teman saya memberikan saran agar saya pergi ke paranormal. Akhirnya tanpa pikir panjang saya pergi ke paranormal tersebut. Ketika bertemu, paranormal tersebut tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya memberikan 3 lembar kertas. 2 kertas dibakar lalu di masukkan ke dalam air minum dan saya pun meminumnya. 1 kertas lagi saya masukkan ke dalam dompet. Setelah melakukan hal tersebut, hidup saya tidak mengalami perubahan. Lalu teman saya memberitahukan kepada saya bahwa nasib saya memang sudah begini, untuk makan sehari sekali saja sudah syukur.

Tanpa pantang menyerah akhirnya atas saran kerabat akhirnya saya pergi ke paranormal luar negeri. Ketika saya bertemu dengan paranormal tersebut, harapan pun tetap tidak terlihat. Dalam kondisi yang sudah putus asa, saya menerima kabar dari istri saya bahwa anak saya sakit parah. Dan seketika itu juga saya membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit, dokter berkata bahwa sudah tidak ada lagi harapan. Saya tidak menyerah ketika itu, saya membawanya ke rumah sakit di luar negeri. Sesampai disana anak saya diobati, namun harapan tinggallah harapan. Saya dan istri pulang dengan dalam keadaan duka. Anak saya meninggal dan uang habis.

Dalam keadaan yang sudah tidak memiliki harapan. Pegawai saya mengajak saya pergi ke gereja. Dan saya pun mengikuti ajakannya. Sesampainya di gereja saya membeli kaset yang berjudul “ Nasib “ dan “ Takdir”. Kaset tersebut berkata bahwa “ Jika ingin merubah nasib datanglah kepada Tuhan”.

Ketika itu juga Tuhan menjamah hati saya. Saat saya duduk di belakang, saya memberanikan diri untuk maju ke depan untuk di doakan. Di saat itulah saya datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, saya menerima Dia sebagai juru selamat saya. Setelah menerima Tuhan, Dia memulihkan hidup saya. Tahun 1994, saya merintis usaha makanan. Usaha tersebut berkembang pesat, bahkan saya bisa mengimpornya ke luar negeri. Rumah yang akan disita oleh pihak bank, tidak jadi disita , bahkan saya bisa membeli rumah satu lagi. Saya juga menyekolahkan anak saya di luar negeri pada tahun 1998. 

Saya bersyukur kepada Tuhan, Dia sungguh Allah yang luar biasa. Mujizatnya masih ada sampai hari ini. Ketika saya sudah tidak memiliki apa-apa, kemudian saya datang kepadanya, Dia memeluk saya dan memulihkan hidup saya. Kasih yang benar-benar nyata dan luar biasa.

Sumber : Tan Wei Lim
Halaman :
1

Ikuti Kami