Ini Alasan Mengapa Anda Aman Di Tangan Sang Gembala Agung

Kata Alkitab / 13 March 2015

Kalangan Sendiri

Ini Alasan Mengapa Anda Aman Di Tangan Sang Gembala Agung

Puji Astuti Official Writer
16479

Nats Bacaan: [kitab]Mazmu23:1-6[/kitab]

Tuhan sebagai sosok penggembala dalam konteks bangsa Israel tentunya bukanlah sesuatu yang asing  bagi mereka. Alkitab berulangkali mencatat bagaimana Allah menggembalakan umat pilihanNya itu, misalnya kita dapat melihat dalam; Yesaya 40:11 “Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati”. Dan juga Yehezkiel 34 :15 "Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan  Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH." Daud sendiri mengatakan Tuhanlah Gembalaku (Mazmur 23:1”),  Yesus yang adalah perwujudan Allah itu sendiri mengatakan “Akulah  Gembala yang baik (Yohanes 10:11), jadi bangsa Israel sangat memahami bahwa sebagai suatu bangsa  dan sebagai pribadi-pribadi Tuhanlah yang menjadi gembala mereka.

Mazmur Daud yang menjadi renungan pada hari ini, bukanlah sebuah tulisan biasa-biasa saja, namun merupakan pengalaman hidup Daud semasa ia menjadi seorang penggembala. Pengalaman ini Daud tuliskan dalam sebuah mazmur, dan kali ini Tuhanlah yang dia jadikan  sebagai gembalanya.  Kalimat Tuhan adalah gembalaku, merupakan penegasan Daud bahwa dalam hidupnya ia menjadikan Tuhan  sebagai penggembala dan ia menjadi domba.  Sebagai domba tentunya Daud menyadari konseskuensinya.  Artinya domba harus mau dibimbing, dituntun oleh gembala dan domba  harus mengenal suara gembalanya.

Setelah Daud mengatakan “Tuhan adalah gembalaku”, lalu diikuti dengan kalimat “takkan kekurangan aku”. “Takkan Kekurangan Aku”, apakah kalimat ini hanya sekedar basa basi saja? Manis dibibir saja? Lain dimulut lain dihati alias bersandiwara? Ingat! Daud adalah seorang penggembala sehingga dia memahami betul arti kalimat “Takkan kekurangan aku”. Dalam  hal ini, Daud mencoba membandingkan dirinya ketika dia sebagai seorang penggembala dan domba-domba yang dia gembalakan tidak mengalami kekurangan. Apalagi penggembalanya kali ini bukanlah sembarang gembala, tetapi gembala Agung, gembala yang bertanggung jawab dan terlebih lagi merupakan seorang gembala yang baik. Jadi ketika Daud berkata “Takkan kekurangan aku”, merupakan  sebuah keyakinan yang sungguh, benar-benar percaya kepada pribadi yang menggembalakannya tersebut. Mengapa? Karena Daud tahu bahwa:  Seorang gembala tidak pernah jauh dari domba-dombanya, gembala mengenal domba-dombanya,  gembala mencukupi kebutuhan dombanya bahkan juga dia tahu gembala berjaga-jaga dari ancaman musuh.

Selanjutnya Daud mengatakan “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya”.  Kalimat ini mengimformasikan bahwa dalam perjalanan hidup ini (domba) selalu ada ancaman, ada bahaya yang sedang mengintip domba, ada persoalan yang datang menghadang. Ketika kawanan domba keluar dari kandangnya, sesungguhnya maut sudah mengintai kehidupannya. Kalau di ayat 1, 2, dan 3 kehidupan domba itu demikian enak (zona nyaman). Tetapi di ayat ini kehidupan domba itu justru kebalikannya, tidak mengenakkan, menakutkan, sebab ada bahaya yang mengancam nyawanya. Bahkan bukan hanya sekedar bahaya tetapi “Lembah Kekelaman”. Istilah “Lembah Kekelaman” dalam terjemahan lain dituliskan sebagai ‘lembah bayang-bayang maut’. Ini jelas menunjukkan sesuatu yang tidak menyenangkan, bahkan menunjukkan sesuatu yang menakutkan, mengerikan. Bahkan di ayat 5 ada kata lawan (Terjemahan lain adalah musuh-musuh) Menggambarkan domba memang banyak  musuh-musuhnya. Tetapi, sekali lagi, Daud berkata “aku tidak takut bahaya”.  Manusia seperti apakah Daud ini sampai-sampai ia berani berkata “aku tidak takut bahaya”? Apakah dia seorang manusia yang mempunyai tubuh yang kuat? Apakah Daud mempunyai ilmu-ilmu kebatinan? Sekali lagi mengapa Daud berani berkata “Aku tidak takut bahaya"?

Daud demikian yakin akan  Penyertaan Gembala, Daud mengatakan “Sebab Engkau besertaku”. Kedua: Ada gada gembala (Gada: Sejenis senjata yang pada bagian ujungnya membesar, pemukul besar,  yang mempunyai duri-duri atau paku-paku disisinya). Senjata ini menjadi alat pertahanan gembala saat menghadapi bahaya seperti binatang buas. Ketiga: ada  tongkat gembala yang membimbing, mengarahkan kawanan domba yang lemah itu.

Apa yang diuraikan di atas sesungguhnya adalah gambaran dari kehidupan orang-orang percaya (Murid Kristus). Kita pun adalah domba dan Tuhan sebagai gembala kita. Sebagai domba, ada jaminan yang sungguh-sungguh yang diberikan oleh gembala (Tuhan) yakni:

Pertama:  Membaringkan aku di padang yang berumput hijau, membimbing ke air yang tenang, menyegarkan jiwa, menuntun di jalan yang benar. Dengan kata lain gembala yang akan mencukupkan kebutuhan domba-dombanya baik jasmani, psikis, maupun rohani.

Dan yang kedua:jaminan Penyertaan. Dijelaskan tadi ada lembah bayang-bayang maut, ada musuh-musuh. Orang-orang percaya pun akan diperhadapkan dengan  yang demikian. Bahkan Tuhan Yesus mengatakan “Aku mengutus kamu  seperti domba ketengah-tengah serigala (Matius 10:16), yang memusuhi pengikut Kristus demikian banyak. Namun ada penyertaan Tuhan, “Sebab Engkau besertaku”.  Penyertaan Tuhan tidak lekang oleh  waktu. PenyertaanNya sampai kepada akhir  zaman (Matius 28:20), amin.

Penulis : Pdm. Joel Nababan, S.Th 


Tulisan ini adalah kontribusi dari visitor Jawaban.com, Anda juga dapat berbagi dan menjadi berkat dengan mengirimkan kisah inspiratif, kesaksian, renungan, pendapat Anda tentang isu sosial atau berita yang terjadi di lingkungan dan gereja Anda dengan mengirimkannya ke alamat email : [email protected].

Sumber : Pdm. Joel Nababan, S.Th
Halaman :
1

Ikuti Kami