7 Tips Agar Anak Lebih Terbuka pada Orang Tua

7 Tips Agar Anak Lebih Terbuka pada Orang Tua

Theresia Karo Karo Official Writer
9768
Saat anak menginjak usia pra remaja, mereka cenderung akan menjadi lebih pendiam. Hal ini wajar terjadi, karena mereka sedang mengalami pergeseran. Dimana anak sudah mulai mengenal dunia luar sehingga keluarga bukan lagi menjadi prioritas. Sehingga, tidak jarang anak menjadi tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dan tidak jujur.

Oleh sebab itu, sebelum terlambat orang tua harus tetap mengawasi keseharian anak dengan sering mengajaknya mengobrol. Berikut tujuh tips yang bisa dilakukan orang tua agar anak bisa lebih terbuka:

1. Ciptakan rutinitas mengobrol
Ajak anak untuk mengobrol secara teratur. Topiknya, bebas mengenai apapun. Yang pasti masih seputar dunia mereka. Sehingga, anak akan merasa selalu punya waktu untuk berkomunikasi dengan anda.

Jauh dari situasi yang serius tentunya, ciptakan suasana yang nyaman bagi anak. Seperti saat santai di sore hari, berjalan di taman, atau sambil menonton televisi.

2. Saat dalam perjalanan
Ketika mengantar anak ke sekolah atau saat bepergian, ajaklah anak berbicara. Ajukan pertanyaan yang spesifik namun terbuka. Contoh, “kenapa, sih, kamu suka sekali pergi dengan Jeremy?” Beri waktu dia sejenak untuk menemukan jawabannya dan pembicaraan akan mengalir dari sini.

3. Melibatkan anggota keluarga lain dalam pembicaraan
Dengan ini anak akan lebih nyaman dan membuatnya merasa fokus pembicaraan tidak tertuju padanya. Misalnya dengan mengajak setiap anggota keluarga untuk menceritakan apa terjadi padanya di hari itu.

4. Berkomunikasi dua arah
Tentunya bukan sekedar basa-basi. Orang tua bisa meminta anak untuk bertanya mengenai apa yang terjadi pada diri anda. Karena hal ini sekaligus mengajarkannya empati dan akan semakin mengurangi ‘jarak’ antara anda dan anak.

5. Tahan diri untuk memberi saran terlalu cepat
Justru hal ini dapat membuatnya merasa dihakimi. Hindari untuk memberi saran terlalu cepat. Agar anak tidak menjadi lebih tertutup kelak.

6. Nasihati tanpa terdengar seperti sedang diceramahi
Akan lebih efektif untuk menunggu sejenak lalu berkata, “mama atau papa berpikir tentang apa yang kamu katakana, dan sepertinya mama/papa punya beberapa ide untuk masalah kamu. Mau dengar?” Setelah itu, tanyakan kembali bagaimana pendapatnya tentang saran yang anda berikan.

7. Biasakan untuk tetap menjaga komunikasi, termasuk dengan SMS atau telepon
Sehabis bekerja dan sedang dalam perjalanan pulang, telepon atau sms anak anda. Sehingga orang tua tahu gambaran singkat tentang suasana hati anak. Dan sesampainya di rumah, anda dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Dalam setiap hubungan, komunikasi menjadi salah satu faktor penting yang tidak boleh terlewatkan. Keterbukaan, akan membantu hubungan anak dan orang tua menjadi semakin dekat. Sehingga orang tua dapat tetap mengawasi perkembangan dan menjauhkan anak dari pengaruh buruk dari luar.

Sumber : Parenting/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami