Theresia Karo Karo

Official Writer
3684


Seorang Pastor dari Kanada dilaporkan belum kembali dari misi kemanusiaannya di Korea Utara. Hingga saat ini Hyeon Soo-lim dinyatakan menghilang. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kanada sedang melakukan operasi diplomatik untuk mencarinya. Ottawa juga telah mengeluarkan travel advice (imbauan perjalanan) terhadap semua perjalanan ke Korut.

Keterangan dari juru bicara Gereja Presbyterian Cahaya Korea Lisa Pak di Toronto menyebutkan bahwa ini bukan pertama kali pastor Soo-lim melakukan kunjungan ke Korea Utara. Pasalnya, dia telah ratusan kali mengunjungi negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un ini untuk membantu panti jompo, panti asuhan, dan sekolah keperawatan.

“Kami tidak mendapat kabar dari Soo-lim sejak 31 Januari lalu. Semula kami tidak khawatir karena dia berpengalaman, tapi dia benar-benar tidak memberi kabar apa pun dalam beberapa pekan terakhir,” tutur Lisa Pak.

Di awal, dirinya menyangka Pastor Soo-lim ditahan oleh pihak berwenang karena masuk dalam karantina orang-orang yang dicurigai mengidap virus Ebola. Akan tetapi hilang kontak berlanjut bahkan setelah Korut mengakhiri program karantina Ebola terhadap orang asing pada Senin (2/3) yang lalu.

“Soo-lim orang Korea dan berbicara dalam Bahasa Korea. Dia bukan turis tersesat. Kami ingin memastikan dia baik-baik saja di Korut, dan tidak ingin panik,” ungkap Lisa Pak.

Menurutnya, Soo-lim tidak mengerti politik dan hanya berniat membantu. Dirinya diketahui meninggalkan Kanada pada 27 Januari dengan tujuan Korea Selatan. Dari Seoul, selanjutnya dia berkunjung ke Tiongkok, baru setelahnya masuk ke Korut. Lisa Pak mendapat kabar terakhir darinya pada 31 Januari dan posisinya sedang berada di Korut.

Selain Korut, Tiongkok juga diketahui membatasi ruang gerak misionaris Kristen di negara untuk meminimalisir pengaruh Barat. Bahkan Pyongyang juga sempat menahan beberapa misionaris asal Amerika Serikat.

Sebelumnya, gereja memperkirakan Soo-lim kembali ke Toronto pada 4 Februari. Dia telah menjabat sebagai Pastor kepala selama 28 tahun dan terlibat dalam aksi kemanusiaan di Korut sejak tahun 1997. Gereja Presbyterian Cahaya Korea sendiri saat ini beranggotakan 3000 orang.

Sebagai informasi tambahan, sebuah laporan PBB memperkirakan terdapat 200 ribu hingga 400 ribu dari 24 juta penduduk Korea Utara yang memeluk agama Kristen. Meskipun begitu, jumlah ini belum bisa di verifikasi karena kebanyakan dari mereka beribadah dengan sembunyi-sembunyi. Hal ini dikarenakan dakwah agama apapun di Pyongyang dianggap sebagai ancaman bagi kultus keluarga Kim. Sehingga Korut mengembangkan sebuah agama yang mengkultuskan Kim Il-sung, Kim Jong-il, dan Kim Jong-un, disebut dengan Juche.

Sumber : CnnIndonesia/Jawaban.com by tk


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Stella sherly 13 April 2020 - 13:56:27
Salam sejahtera ... mohon dukungan doanya saudara2... more..

Banner Mitra Mei 2


7254

Banner Mitra April Week 3