Malaysia Bekukan Izin Peziarah Kristen ke Israel

Malaysia Bekukan Izin Peziarah Kristen ke Israel

Theresia Karo Karo Official Writer
4825
Konflik Palestina-Israel, masalah keamanan Timur Tengah, ancaman ISIS dan konflik Gaza menjadi alasan pemerintah Malaysia memberlakukan larangan bagi warga yang beragama Kristen untuk melakukan ziarah di wilayah Israel dan Palestina. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Menteri Dalam Negeri Wan Junaidi Tuanku Jaafar.

Dirinya mengaku prihatin dengan ancaman keamanan yang sedang melanda kedua wilayah tersebut. “Kami memutuskan untuk membekukan perjalanan ke Israel dan Yerusalem demi keamanan warga Malaysia yang ingin bepergian ke sana. Larangan ini karena perang dan situasi tak terduga yang bisa membahayakan keselamatan para wisatawan,” tutur Wan Junaidi.

Saat ini pihaknya masih memantau situasi keamanan di sana. “Kementerian masih mempelajari dan memantau situasi di sana saat ini dan akan membuat keputusan lebih lanjut bila diperlukan,” ungkapnya.

Selain itu, pekan lalu Menteri Dalam Negeri Ahmad Zahid Hamidi mengungkapkan adanya laporan intelijen. Merujuk pada informasi kelompok ISIS yang berencana menculik warga Malaysia yang kaya. Dan munculnya video oleh ISIS yang menunjukkan pemenggalan 21 orang Kristen Koptik Mesir yang diculik. Semakin meyakinkan pihak Malaysia untuk menjaga keselamatan warganya.

Mengenai pembekuan izin ini, Sekretaris Umum Dewan Gereja Malaysia, Hermen Shastri mengatakan pihaknya telah meminta pemerintah mencabut “penghentian sementara” untuk berziarah ke Palestina dan Israel. Mengingat setiap tahunnya ribuan umat Kristen melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Termasuk umat beragama Islam yang juga melangsungkan perjalanan ke Yerusalem guna berdoa di Masjid Al-Aqsa, satu dari tiga situs tersuci Islam di dunia.

Sebagai informasi, sebelum tahun 2010 orang Kristen bebas melakukan ziarah. Namun pada awal 2010, pemerintah melarang perjalanan tersebut mengingat risiko keamanan atas konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina. Selang satu tahun, pemerintah mencabut larangan dan memberlakukan pembatasan kuota dan peraturan ketat lainnya dalam kunjungan ke Israel.

Sumber : Ucanews/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami