Bentrok, Warga Perbatasan Myanmar Berlindung di Gereja

Bentrok, Warga Perbatasan Myanmar Berlindung di Gereja

Theresia Karo Karo Official Writer
3849
Bentrokan terjadi antara militer Myanmar dan pemberontak Kokang dekat perbatasan Tiongkok. Insiden ini menyebabkan ratusan warga sipil di perbatasan Laukkai melarikan diri ke Tiongkok dan sebagian lagi berlindung di gereja-gereja dan kota-kota terdekat.

Peristiwa tersebut berlangsung sejak Selasa malam (10/2) waktu setempat, setelah pemberontak Kokang menyerang militer di hari sebelumnya. Salah seorang warga Laukkai, Nang Mon mengatakan, “Kami sangat ketakutan dan bersembunyi di rumah kami saat pertempuran terjadi, itu sebabnya kami melarikan diri ke gereja Katolik di Kota Kun Lung pagi ini.”

Menurut keterangannya, sejauh ini sudah 20 orang yang mengungsi di gereja. “Sekitar 500 orang telah melarikan diri ke Tiongkok dan beberapa orang lain telah kembali ke rumah kerabat mereka di Lashio. Kota Laukkai sangat tenang, semua toko ditutup dan hampir semua warga telah mengungsi,” katanya.

Dilansir dari Ucanews, pertempuran masih tetap berlangsung dan militer Myanmar terus membersihkan daerah itu. Kepala Paroki Santo Joseph di Kun Lung, Pastor Stephen Sai Pyi mengatakan bahwa gereja telah menyalurkan makanan kepada orang-orang yang melarikan diri dan dirinya berharap lebih banyak pengungsi datang dan berlindung di gereja itu.

Pihak Tiongkok melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying turut menyatakan keprihatinannya dan mendesak Myanmar untuk menjaga perdamaian dan stabilitas. Dengan pertimbangan keamanan, karena sejumlah warga Myanmar yang berada di perbatasan telah memasuki Tiongkok.

Pada tahun 2009, sudah 10.000 orang yang membanjiri perbatasan menuju Tiongkok saat tentara Myanmar melancarkan serangan ke pemberontak Kokang. Dan pertempuran sudah semakin menyebar hingga Negara Bagian Shan.

Informasi yang dihimpun dari Organisasi Perempuan Ta’ang dan Persatuan Mahasiswa dan Pemuda Ta’ang menyebutkan bahwa sudah lebih dari 2.000 warga sipil Palaung dari lima desa yang melarikan diri ke daerah pegunungan. Hal ini karena pertempuran antara pasukan pemerintah dan Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA) pada tanggal 2 dan 3 Februari lalu.

Sumber : Ucanews/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami