6 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Trader Pemula

6 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Trader Pemula

Puji Astuti Official Writer
3514

Trader menjual dan membeli saham dalam jangka waktu pendek, tidak seperti investor yang melakukan investasi dalam jangka panjang. Seorang trader mengambil keuntungan dari fluktuasi harga saham, dan hal ini merupakan pekerjaan beresiko, karena sebuah kesalahan dapat membuat ia merugi. Berikut adalah 6 kesalahan yang sering dilakukan oleh trader pemula :

1#  Membiarkan kerugian melumpuhkannnya. Salah satu kriteria seorang trader sukses adalah kemampuannya untuk melepaskan kerugian kecil jika perdagangan tidak berhasil dan maju mencoba ide perdagangan lainnya. Trader pemula biasanya sulit melepaskan diri dari kerugian yang dialaminya. Hal itu membuatnya tidak bisa maju dan membuatnya lumpuh secara mental. Daripada membuat tindakan cepat untuk mengatasi kerugian, mereka malah bertahan diposisi rugi dan terus berharap keadaan akan berubah.

2# Gagal menerapkan perintah berhenti-rugi : Perintah berhenti-rugi atau stop-loss order sangat krusial dalam dunia trading, kegagalan menerapkan hal ini adalah salah satu kesalahan terburuk dan dapat berdampak kerugian yang besar.  Perintah berhenti merugi memastikan bahwa kerugian itu bisa ditanggung sebelum hal itu membesar. Meskipun ada resiko saat memerintahkan berhenti, namun dalam jangka panjang ada lebih banyak keuntungannya dari pada kerugian. Kesalahan paling umum adalah trader membatalkan perintah berhenti merugi hanya sesaat sebelum hal itu dapat dipicu.

3# Tidak punya rencana atau hanya bertahan dengan satu rencana. Trader berpengalaman masuk ke perdagangan dengan rencana yang jelas.Mereka tahu kapan harus masuk dan kapan harus keluar, seberapa besar modal yang akan diinvestasikan, dan kerugian maksimum yang berani mereka tanggung, dan seterusnya. Para pemula biasanya tidak punya rencana, bahkan sekalipun mereka punya rencana, mereka cenderung mengabaikan rencana itu pada saat perdagangan dilakukan.

4# Mengikuti arus. Ini adalah kesalahan yang umum terjadi, para pemula secara membabi buta mengikuti arus dan berujung mereka membeli saham yang sedang trend yang bisa berakibat fatal jika kondisi tiba-tiba berbalik arah. Trader berpengalaman biasanya keluar jika melihat sudah terlalu ramai atau terlalu banyak pemain. Selain itu trader pemula seringkali kurang percaya diri untuk membuat pendekatan yang melawan arus.

5# Terlalu percaya diri atau kesombongan. Trading adalah pekerjaan yang sangat menuntut termasuk melalukan riset dan membaca prediksi pasar, tapi "keberuntungan pemula" yang dialami oleh beberapa orang trader menyebabkan mereka menjadikan trading sebagai cara cepat menjadi kaya. Terlalu percaya diri dapat berbahaya karena membuat mereka tidak waspada dan mendorong untuk mengambil resiko berlebihan yang bisa berujung pada bencana.

6# Tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Trading bukanlah main tebak-tebakan atau hanya intuisi saja, namun ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan seperti melakukan riset. Melakukan pekerjaan rumah menjadi penting untuk mengetahui tentang tren musiman, waktu rilis data, pola perdagangan dan banyak lagi lainnya. Keputusan untuk melakukan jual beli harus berdasarkan data dan dengan resiko yang bisa terprediksi. Kadang hal ini diabaikan oleh trader pemula.

Hal yang penting dan harus diingat adalah setiap transaksi yang Anda lakukan, selalu mengandung resiko. Tidak ada orang lain yang bersedia menanggung resiko atas keputusan yang Anda buat. Untuk itu penting bagi Anda untuk mengetahui seluk beluk tentang trading baik saham, forex atau instrumen lainnya sebelum Anda benar-benar terjun kesana.


Sumber : Investopedia.com | Puji Astuti

Ikuti Kami