Tantangan Zakheus Ketika Berjumpa Dengan Yesus

Tantangan Zakheus Ketika Berjumpa Dengan Yesus

Tiurma Ida Purba Official Writer
59113

Apakah anda masih ingat dengan tokoh alkitab Zakheus? Siapakah Zakheus ? Dia adalah seorang pemungut cukai. Pemungut cukai pada saat itu sangat dibenci oleh orang-orang Yahudi. Mengapa Zakheus di benci? Alasannya adalah karena para pemungut cukai pada saat itu bekerja untuk bangsa penjajah yaitu orang Romawi sehingga mereka disebut sebagai pengkhianat. Apalagi pada saat itu kedudukan Zakheus adalah sebagai kepala pemungut cukai.

Namun, suatu hari Yesus menuju Yerusalem dan masuk ke kota Yerikho. Ketika Zakheus mengetahui bahwa Yesus sedang ada di kota tersebut, maka dia berusaha untuk bertemu dengan Yesus. Namun, Zakheus memiliki halangan untuk bertemu dengan Yesus. Ada 2  tantangan yang dihadapai oleh Zakheus, yaitu :

1.    Tubuhnya pendek.

Zakheus adalah seorang yang tua dan bertubuh pendek. Karena tubuhnya pendek dan dalam keramaian, maka Zakheus sulit untuk berjumpa dengan Yesus. Kesulitan yang dihadapi Zakheus tidak membuat dia menyerah begitu saja. Dalam injil Lukas 19 :4 mengatakan bahwa : Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ”.

 

Ini membuktikan bawah kerinduan hati Zakheus sangat besar untuk berjumpa dengan Yesus. Bagaimana dengan anda? Apakah anda rindu untuk berjumpa dengan Yesus? Sebesar apa kerinduan anda? Jika anda ada dalam posisi Zakheus apakah anda akan melakukan hal yang sama dengan Zakheus? Anda cukup menjawabnya dalam hati saja.

Kerinduan untuk berjumpa dengan Tuhan dapat anda lakukan dengan berdoa, membaca Firman Tuhan dan pergi beribadah kepada Tuhan.

Melihat perjuangan Zakheus yang memanjat pohon ara maka Yesus berkata “ Zakheus, segeralah turun, hari ini aku harus menumpang di rumahmu. Kemudian Zakheus turun dan sangat bersukacita”.

Ketika anda rindu untuk selalu bersekutu dengan Tuhan maka anda akan mendapatkan kepuasan rohani. Tuhan akan tinggal dalam hati anda. Jika Tuhan tinggal dalam hati anda, maka Dia akan selalu menyertai anda setiap hari.

2.      Tantangan kedua yang dialami oleh Zakheus adalah lingkungan.

 

Lukas 19: 7 : “ Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 

 

Ketika itu Zakheus diperhadapkan dengan lingkungan sekitarnya yang mencemooh dia sebagai kepala pemungut cukai. Namun, Zakheus tidak memandang itu menjadi masalah besar.

 

Lukas 19 : 8 : “ Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 

 

Dalam ayat ini anda bisa membuktikan bahwa ketika Zakheus bertemu dengan Yesus, dia mengalami pertobatan yang sejati. Zakheus bertobat bahkan merendahkan hatinya untuk mengembalikan apa yang telah dia peras dari orang-orang miskin. Inilah yang dinamakan Pertobatan sejati.

Ketika Zakheus bertobat, hati Tuhan sangat senang dan bersukacita.

Lukas 19:9-10Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Saat ini apa yang menjadi tantangan anda untuk berjumpa dengan Yesus? Lingkungankah? Ketika lingkungan anda menjadi penghalang anda, hal yang harus anda lakukan adalah memberkati mereka dan mendoakannya. Karena nafas orang percaya adalah Doa. Hanya doa yang mampu mengubahkan. 

Sumber : berbagai sumber/by tiur
Halaman :
1

Ikuti Kami