Ini Alasan Jokowi-JK Belum Bekerja Efektif di Tim Transisi

Ini Alasan Jokowi-JK Belum Bekerja Efektif di Tim Transisi

Lori Official Writer
2184

Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan kemenangan pasangan Joko Widodo-JK dalam Pemilihan Umum 9 Juli 2014 lalu, namun keduanya masih belum mendapat otoritas menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Presiden dan Wakil Presiden lantaran masih terhambat oleh gugatan pasangan Prabowo-Hatta terkait kecurangan pemilu.

 

Meski telah membentuk tim transisi, sebagai tim yang bekerja menentukan sejumlah opsi dalam proses pengidentifikasian persoalan yang terjadi di kementerian, namun tampaknya pasangan ini masih saja belum efektif menjalankan tugas tersebut. Hal ini menjadi tanda tanya sejumlah pihak lantaran sosok JK bahkan dinilai tak sekalipun menampakkan diri di kantor transisi sejak 4 Agustus 2014 silam.

 

Terkait hal itu, politisi Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi meresponi ketidakefektifan kerja pasangan Jokowi-JK lantaran masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 21 Agustus 2014 nanti. Ia menuturkan bahwa kegiatan transisional dari satu rezim pemerintahan ke rezim berikutnya hanya akan efektif  setelah legitimasi formal secara hukum. “Ada pengakuan legal konstitusional dari MK,” kata Yuddy.

 

Jokowi-JK, kata Yuddy, masih tetap enggan menjalankan tugas bersama karena harus mengikuti keinginan-keinginan pemegang otoritas. Kerumitan kondisi inilah yang tengah dialami oleh keduanya. Sedang ketidakhadiran JK di Kantor Transisi dikarenakan oleh urusan JK ke luar negeri untuk cek kesehatan. Kendati begitu, Yuddy mengklaim bahwa JK tetap berkomunikasi secara intens dengan Jokowi terkait perkembangan tim transisi.

 

Seperti diketahui, pembentukan tim transisi oleh Jokowi ini merupakan sebuah langkah untuk mempersiapan perencanaan peralihan pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Jokowi dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tim transisi ini diketuai oleh Rini M Soemarno, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Dan memiliki empat staf deputi yakni Hasto Kristianto, Andi Widjajanto, Akbar Faizal dan Anies Baswedan.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

5 Alasan Vatikan Jadikan Korsel Masa Depan Gereja Katolik

 

Video Kesaksian Yang Ditonton Lebih Dari 1 Juta Orang

 

Berkat Tak Terduga Atas Hidup Obed-Edom

 

Jeratan Narkoba Hancurkan Hidup Hendy Yefta

 

13 Tanda Dia Ingin Anda Jadi Teman Hidupnya (2)

Sumber : Kompas.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami