Perubahan Yunus

Perubahan Yunus

Theresia Karo Karo Official Writer
5643

Belakangan banyak berita yang meliput tentang aksi militan ISIS (Islamic State in Iraq and Syria). Salah satunya adalah saat ISIS menghancurkan makam Yunus, yang turut menjadi headlines di berbagai media dunia (ISIS hancurkan makam Yunus di Niniweh).

Yunus adalah salah satu dari 12 "Nabi kecil" dalam Alkitab. Kitab kecil yang berisi kisahnya hanya berisi 48 ayat, lebih  sedikit dari Lukas 1 atau pun Yohanes 6. Dalam Kitab Yunus ini kita melihat serangkaian "penetapan Tuhan" yang membuat Yunus berubah menjadi pribadi yang lebih baik.


Tuhan Mempersiapkan Ikan Besar

Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. Yunus 1:17

Ikan besar di sini adalah gambaran suatu krisis besar yang menelan Saudara: krisis finansial, penyakit, masalah pernikahan, masalah hubungan. Biasanya di tengah krisis, tendensi kita adalah mengeluh. Tetapi kalau kita memutuskan memberikan Korban ucapan syukur (Yunus 2:9), maka Tuhan berkuasa mengubah situasi kita (Yunus 2:10)!


Tuhan Mempersiapkan Sebatang Pohon

Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu. Yunus 4:6

Sebatang pohon ini adalah cara Tuhan untuk “cooling down” emosi Yunus. Pencobaan yang kita alami tidak melampaui kekuatan kita, waktu kita dicobai Tuhan menyediakan jalan keluar sehingga kita sanggup menanggungnya!


Tuhan Mempersiapkan Seekor Ulat

Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. Yunus 4:7

Ini berbicara tentang hal-hal kecil yang memunculkan perkara-perkara tersembunyi di dalam diri kita. Untuk bisa mengalami perubahan kita perlu jujur dan mengungkapkan segala sesuatunya di hadapan Tuhan.


Tuhan Mempersiapkan Angin Timur

Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup.

"Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."

Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.

Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?" Yunus 4:8-11

Angin Timur ini pada akhirnya menjadi caranya Tuhan memberi “pencerahan” kepada Yunus tentang isi hati-Nya. Bagaimana kasih sayang-Nya yang begitu besar atas orang berdosa!

Apakah Yunus Berubah? Ya! Karena 800 tahun kemudian Tuhan Yesus Kristus menyamakan diri-Nya dengan Yunus! (Matius 12:40, Lukas 11:30). Tuhan mempersiapkan segala sesuatu untuk membuat kita menjadi “better person” not “bitter”.

 

Ikuti Kami