Kuasa

Kuasa "Lidah" Tak Bertulang

Budhi Marpaung Official Writer
19729

Meski termasuk anggota tubuh yang kecil, tetapi jangan pernah meremehkan lidah. Salah satu organ dari mulut ini memiliki kuasa yang bisa membawa pengaruh kepada kehidupan seseorang tetapi suatu bangsa. Santo de Francis dalam bukunya “Introduction to the Devout life”, menuliskan “Para Dokter mengetahui kesehatan dan penyakit manusia dengan melihat lidahnya, dan kata-kata kita adalah petunjuk yang sebenarnya dari keadaan jiwa kita.”

Di dalam Alkitab sendiri, kata “lidah” ditulis sebanyak 103 kali. Pada beberapa ayat lidah digambarkan seperti senjata perang (baca [kitab]mazmu57:5[/kitab]; [kitab]mazmu57:4[/kitab]; [kitab]mazmu64:4[kitab]; [kitab]amsal25:18[/kitab] ; [kitab]mazmu52:4[/kitab]).

Dalam bagian Alkitab lain, lidah ditulis memiliki kemampuan. Apa saja kuasa dari lidah yang tercatat pada Alkitab?

1. Menjadikan bumi dan isinya. Kejadian 1:3 mencatat bahwa Allah berfirman “Jadilah terang,” lalu terang itu jadi. Lalu, pada Yesaya 55:11 ditulis oleh Nabi Yesaya seperti berikut, “Ketika Allah berfirman, kehendakNya terjadi.  

2. Memberi nama kepada binatang. Saat Allah memberikan otoritas kepada Adam untuk mengelola bumi dan segala isinya, Adam menggunakan itu salah satunya adalah dengan menamai setiap binatang yang ada di Taman Eden. Ia menamai setiap hewan tidak dengan menulis, tetapi mengucapkannya. ([kitab]kejad2:20[/kitab]).

3. Menggoda manusia (Hawa). Untuk menjatuhkan Adam dan Hawa ke dalam dosa, ular memakai tipu muslihat dengan kata-kata. Seperti diketahui, apa yang ular lakukan ternyata berhasil. ([kitab]kejad3:4,5[/kitab]).

4. Merencanakan pembangunan. Adapun ketika bumi masih satu bahasa dan logat, sejumlah manusia di bumi bermaksud melakukan mega proyek pembangunan. Lewat kesepakatan kata-kata, proyek itu berjalan tetapi di tengah-tengah proses pembangunan, Allah menggagalkan rencana manusia karena tujuan dari pembangunan tersebut sebenarnya adalah agar manusia dapat menyombongkan diri. ([kitab]kejad11:4,7[/kitab]).

5. Memberkati. Dalam tradisi keluarga Perjanjian lama yang dicatat di Alkitab, sebelum meninggal dunia, seorang ayah akan memberkati anak atau anak-anaknya. Berkat ini bukan ditulis di dalam surat, tetapi langsung diucapkan oleh ayah kepada anak bersangkutan. Sebagai contoh mengenai hal ini dapat kita lihat di kisah Ishak memberkati Yakub ([kitab]kejad27:29,34-35[/kitab]).

6. Memberikan kutuk. Dengan lidah, seseorang memperoleh berkat, tetapi dengan lidah juga, seseorang dapat memberikan kutuk kepada lainnya. ([kitab]bilan22:6[/kitab]).

Selain mencatatkan mengenai kuasa dari lidah, Alkitab juga menunjukkan mengenai dosa-dosa yang disebabkan oleh lidah. Apa sajakah itu?

1. Menyebut nama Allah dengan sia sia. Ulangan 5:11 – “Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan.”

2. Menipu. Amsal 10:32; 12:20– “Mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat…Tipu daya ada didalam hati orang yang merencanakan kejahatan.”

3. Bersaksi dusta. Keluaran 20:16 – “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.”

4. Fitnah. Imamat 19:16 – “Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah Tuhan.”

5. Mencaci maki. 1 Samuel 2:3 – “Janganlah caci maki keluar dari mulutmu.”

6. Sumpah serapah. Yakobus 5:12 - “Tetapi yang terutama saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau sesuatu yang lain.Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.”

Imamat 19:12 “Janganlah kamu bersumpah dusta demi namaKu, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu. Akulah Tuhan.”

7. Mengutuk. Roma 12:14 “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah! Dan jangan mengutuk.”

8. Kata-kata kotor dan porno. Kolose 3:8 “Buanglah semuanya ini…kata kata kotor yang keluar dari mulutmu.”

9. Kata-kata tajam dan pedas. Mazmur 140:4 - “Mereka menajamkan lidahnya seperti ular, bisa ular senduk ada dibawah bibirnya.” 

10. Gosip. Yakobus 1:26 - “Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.”

11. Menyindir. Mazmur 12:3,4 – “Mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.Biarlah Allah mengerat segala bibir yang manis dan setiap lidah yang bercakap besar.” 

12. Menghakimi. Matius 7:1,3 – “Janganlah kamu menghakimi,supaya kamu tidak di hakimi. Mengapakah kamu melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok didalam matamu tidak engkau ketahui?” 

Melihat apa yang sudah dijabarkan diatas maka sangat jelas bahwa lidah perlu dikendalikan. Lidah tidak boleh dibiarkan mengeluarkan kata-kata yang justru menjerumuskan kita ke dalam dosa atau bahkan menghancurkan hidup orang lain.

Lidah kita “yang tidak bertulang” ini haruslah memuliakan dan meninggikan Tuhan. Sebab pada akhir dari zaman, apa yang kita ucapkan dari lidah kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah yang Maha Tinggi.


Sumber: Disadur dari Blog Pendeta Erinchan Naibaho (khotbah-kristen.blogspot.com) / bm 

Halaman :
1

Ikuti Kami