Mengambil Hati Anak yang Sedang Menangis

Mengambil Hati Anak yang Sedang Menangis

Budhi Marpaung Official Writer
5575

Di saat anak sedang tertawa, gembira, kita selalu orang tua pasti senang melihatnya. Tingkahnya yang menggemaskan dan lucu membuat kita tidak ingin terpisah darinya. Namun, ketika anak mulai rewel dan bahkan terus menerus menangis maka emosi kita terkadang suka “naik”.

Secara psikologis, membentak atau meluapkan kemarahan dengan meledak-ledak kepada anak sebenarnya membawa pengaruh yang buruk kepada si buah hati. Apa pun alasannya, kita sebagai orang tua tidak boleh melakukan itu. Mengapa? Karena tindakan kita tersebut justru akan membuat anak semakin jauh (dingin) dengan kita dan ia berpotensi mengulangi apa yang pernah ia terima dari kita kepada orang lain dan mungkin saja kepada kita. Lalu kalau begitu, apa solusi tepatnya?  

Pendidik dan psikolog perkembangan, Becky Bailey, menyatakan bahwa saat anak merengek (menangis), orang tua harus mengambil napas dalam-dalam dan bersabar, bukannya menganggap anak bertingkah menjengkelkan. Perhatikan baik-baik, mungkin memang sang anak sedang meminta bantuan. 

Selain itu, cobalah meluangkan waktu bersama-sama untuk membaca, memasak makanan, bermain atau melakukan sesuatu yang anak sukai. Walaupun hanya sebentar, jika Anda menghabiskan waktu bersama anak, itu dapat membuat perbedaan positif bagi anak. 

Bailey meyakini jika kita bereaksi dan meresponi rengekan atau tangisan sang anak dengan lembut (atau dengan kata lain mampu mengambil hati sang anak), rengekan atau tangisan itu kemungkinan besar akan berkurang. Pada satu titik, ia pasti akan diam dan bersikap manis kembali seperti yang kita sukai.

 

Baca juga:

Melatih Anak Untuk Bersaat Teduh -3

Bersama-Mu, Lagu ECC Worship yang Renyah dan Asyik Didengar

Jadilah yang Asli

Thread Forum JC: Nobar Piala Dunia 2014

Damai yang Tetap

Sumber : berbagai sumber / bm
Halaman :
1

Ikuti Kami