Karena Mencopet dan Judi, Rumah Tangga Hancur

Karena Mencopet dan Judi, Rumah Tangga Hancur

daniel.tanamal Official Writer
7225

Kesulitan ekonomi yang menghimpit dalam kehidupan berumah tangga, membuat Gideon Sutrisno gelap mata dan menjadi seorang pencopet. Mencopet, berjudi ataupun sesuatu yang cepat menghasilkan uang adalah beberapa hal yang dilakukannya.

Demi mendapatkan uang, Gideon tak mau bekerja. Justru ketika dirinya mendapat uang, semuanya habis di meja judi. Keluarga pun terlupakan. Demi menutupi kesalahannya ataupun jika pulang tak membawa uang, Gideon akan terpancing untuk marah dan membentak sang istri.

Kekecewaan pun dialami oleh sang istri yang menganggap Gideon tidak berlaku sebagai seorang kepala rumah tangga yang mau menuntun keluarga kea rah yang lebih baik. Justru perilaku Gideon seringkali menyakiti hatinya. Terutama ketika sang istri memporak-porandakan meja judi yang sedang diadakan di teras rumahnya, Gideon segera berperilaku kasar kepadanya. Gideon menendang sang istri.

Disaat itu juga, sang istri pergi ke rumah orang tuanya. Usai menendang sang istri, kaki Gideon bengkak. Disinilah Gideon merasa kesepian dan kesendirian akibat ditinggal dan tidak dipedulikan oleh sang istri dan juga anak-anaknya. Pada situasi inilah Gideon mulai merenung.

Hingga suatu ketika, Gideon kedatangan seorang tidak dikenal yang berkata bahwa Tuhan ingin memakai Gideon. Disitulah Gideon mendapat nasehat bahwa Tuhan akan mengampuni setiap orang yang mau berbalik dari dosannya. Dan segala dosa akan dilupakannya. Gideon pun segera didoakan oleh hamba Tuhan itu.

“Saya mengambil komitmen, Tuhan lewat kesulitan apapun, aku tetap mau mengasihi istriku, saya mau membangun dari nol lagi. Seperti tidak ada gunanya saya sebagai seorang ayah jika istri dan anak tidak mengasihi saya,”  ujarnya.

Gideon pun segera meminta maaf kepada sang istri dan anak-anaknya. Sang istri pun mau untuk memaafkannya. Pergaulan buruk segera ditinggalkan Gideon dan mulai mencari pekerjaan. Hingga kini Gideon bekerja di sebuah Panti Jompo dan anak terlantar untuk melayani disana.

“Tuhan telah mengubah hidup saya yang hancur menjadi kehidupan yang penuh harapan dan cita-cita. Saya lebih baik dikenal sebagai Sutrisno yang miskin tapi hidup takut akan Tuhan. Daripada hidup seperti dulu, hidup kecukupan, ada uang harta tapi hidup yang nggak terpuji. Untuk mencukupi pelayanan saya, saya hanya mengandalkan Tuhan saja.”

 

 

 

 

Sumber : V140414154107

Ikuti Kami