Menang atas Peristiwa Buruk

Menang atas Peristiwa Buruk

Budhi Marpaung Official Writer
5734

Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Korintus 10:5b)

Setiap orang di muka bumi ini punya potensi mengalami peristiwa buruk. Mau dia Kristen atau bukan, tetapi kejadian yang kurang menyenangkan sangat mungkin kita alami. Pertanyaannya, apa yang menjadi pembeda jika semua manusia menghadapi ini? Jawabannya adalah cara atau respon menghadapinya.

Harus diketahui bahwa benteng perperangan diri manusia adalah pada pikirannya. Jika kita menerima sesuatu yang bohong dan itu terus kita percayai maka kebohongan yang kita percayai itu akan senantiasa membutakan kita kepada kebenaran. Kita akan sulit membedakan dan bahkan menerima apa yang benar, yang datangnya daripada Tuhan.

Oleh sebab itu mengapa Rasul Paulus mengatakan kepada Jemaat di Korintus bahwa meski ia mengaku makhluk yang hidup di dunia, tetapi pikirannya adalah pikiran yang takluk kepada Kristus. Dengan kata lain, ia merespon segala sesuatu sesuai apa yang Tuhan kehendaki.

Jika orang dunia pada umumnya akan membalas kejahatan dengan kejahatan, Rasul Paulus bertindak sebaliknya, ia akan membalas kejahatan dengan kebaikan. Jika orang dunia pada umumnya akan mengeluarkan kutuk, sumpah serapah ketika mengalami ketidakadilan, maka Rasul Paulus bakal mengeluarkan kata-kata berkat, kesedihan yang tetap tidak menyalahkan Tuhan.

Di pikiranlah seseorang akan benar-benar mengalami kemenangan. Anda tidak bakal bisa melalui masa lalu yang buruk jika Anda tidak men-set pikiran Anda untuk menang atas masa lalu yang Anda buruk itu. Tuhan pun tidak akan mampu menolong jika Anda terus membentengi diri dengan pikiran-pikiran yang bukan dari-Nya.

Akan tetapi, poinnya disini bukanlah Anda harus berpikiran positif di dalam setiap keadaan, tetapi berpikirlah seperti apa yang ada di dalam pikiran Kristus. Untuk mengetahui pikiran Kristus, kita perlu setia membaca Alkitab dengan sungguh-sungguh. Lakukan itu dengan setia hari demi hari. Perkatakan dengan iman ayat yang me-rhema di hati Anda hari itu, berulang-ulang kali. Apabila kita telah berhasil membiasakan ini maka dalam peristiwa buruk pun, kehidupan kita akan tetap dapat memuliakan Allah.  

 

Sumber : Neil T. Anderson, Mike Quarels dalam buku “Mengatasi Kecanduan” / bm

 

Baca juga:

Caleg Siap Menang, Berani Kalah

Bahan Makanan yang Mampu Cegah Penyakit Meningitis

4 Pelajaran Penting Dari Kisah Jalan Ke Emaus

My God / Kau Terhebat

Dokumentasi Kopdar Forum JC 3 Mei 2014

Halaman :
1

Ikuti Kami