Selingkuh Sampai Tak Pulang Lagi, Anak Jemi Kemudian Sekarat

Selingkuh Sampai Tak Pulang Lagi, Anak Jemi Kemudian Sekarat

Lois Official Writer
10045

Jemi Hutajulu tergiur dengan wanita lain yang dia temui di salah satu rumah makan, meski sudah punya istri dan dua orang anak. Dengan alasan si bos mengajaknya ke luar kota, dia pun membohongi sang istri. “Saya curiga, kok ini aneh. Biasanya pulang gitu kan,” ujar sang istri, Nurhaida Gultom.

Sewaktu sedang mandi, wanita selingkuhan Jemi menelepon ke telepon genggamnya. Jemi yang mendengarnya buru-buru keluar kamar mandi. Namun ternyata sudah diangkat oleh sang istri duluan. Jemi pun mengelak.

Wanita selingkuhannya pun menelepon lagi. Dengan terang-terangan, Jemi berkata kepadanya bahwa dia memang sudah beristri, namun dia tidak mencintai istrinya. Hal itu didengar oleh Nurhaida dan akhirnya mereka pun bertengkar. Bahkan, dia tega memukul istrinya.

Sejak saat itu, setahun lamanya Jemi tak pulang ke rumah. Karena itu, dia juga tidak pernah lagi memberikan uang bulanan. Meskipun hati Nurhaida terasa sakit, dia tetap berdoa agar suaminya kembali. “Kembalikan dia Tuhan, ingatkan dia Tuhan, sadarkan suami saya Tuhan. Berikan dia pertobatan, berikan roh takut akan Tuhan. Masa Tuhan membiarkan saya begini terus? Masa Tuhan ga menolong saya? Masa Tuhan ga kasihan sama saya?” demikian doanya.

Di kejadian yang berbeda, Jemi dipanggil oleh sang bos. Karena dia memakai uang perusahaan, maka diapun dipecat. Beruntung perusahaan yang memecatnya tidak melaporkannya pada polisi.

Tidak hanya itu, Jemi ditelepon oleh anak sulungnya. “Pak pulang pak, Kayla sakit,” ujar sang anak. Adiknya sudah dalam keadaan kritis saat itu akibat penyakit demam berdarah yang dideritanya. Pulang ke Cikampek, Jemi mendapati anaknya sangat kurus dan diinfus di rumah sakit.

“Saya minta ampun, saya minta maaf kepada anak saya si Priskila,” ujar Jemi.

“Pa, kasihan mama nangis-nangis terus,” kata Kayla, panggilan Priskila kemudian.

“Saya minta maaf kepada istri saya,” ujar Jemi bercerita lagi.

Nurhaida pun meminta suaminya tidak hanya berbicara maaf, tapi juga menunjukkannya dengan prilaku.

Memikirkan perbuatan yang pernah dia lakukan, Jemi merasa minder ke gereja. Namun, ketika dia mencoba masuk, seorang pendeta bernama Lukas menyapanya. “Kenapa Nak, kau berharga di mata Tuhan, Yesus sangat mengasihimu,” ujar Jemi mengatakan apa yang dikatakan Pendeta Lukas dulu padanya. “Bahkan dia rangkul saya dan dia ajak saya sampai masuk ke gereja.”

“Saya dikasih kata-kata, kata-kata itu masih saya ingat. ‘Semerah apapun dosamu, Nak, Tuhan bisa menghapus dosamu,’ kata Pastor ini sama saya. ‘Apabila kamu mau minta ampun di depan Tuhan, Yesus (bisa) menghapuskannya,’”

Dia kemudian didoakan oleh sang pendeta. Saat ditanya apakah dia pernah berzinah, dengan jujur Jemi  mengakui semua perbuatan yang pernah dia lakukan. Saat didoakan untuk pemulihan, Jemi muntah. “Mulai dari situlah, saya bisa mendapatkan hidup yang baru.”

Jemi kemudian melayani Tuhan di gereja. “Setelah dia lihat saya mulai tekun dalam pelayanan ini, benar-benar dia sudah melepaskan akar kepahitan sama saya.” Ujar Jemi.

“Tuhan saya mau mengampuni. Kenapa saya nggak mengampuni, kalau dia memang berubah.” Ujar Nurhaida.

Saat ini, mereka sudah punya tiga anak, punya kehidupan keluarga yang bahagia karena didasarkan pada Yesus. Jemi tidak lagi berlaku kasar bahkan melakukan pelayanan.

“Melalui pelayanan ini, saya bisa memulihkan keluarga-keluarga yang bermasalah. Saya kasih tahu kebenaran firman Tuhan kepada mereka. Saya percaya Tuhan Yesus ini adalah Penyelamat saya. Saya percaya Tuhan Yesus ini ada selalu bersama saya.” Bahkan sang istripun sekarang turut mendukung pelayanannya. Tuhan pakai hal-hal yang tidak enak untuk mengubah hidup seseorang jadi lebih indah.

 

Sumber Kesaksian :

Jemi Hutajulu

Sumber : V140402094711

Ikuti Kami