Memilih Konselor yang Tepat untuk Anak

Parenting / 30 April 2014

Memilih Konselor yang Tepat untuk Anak

Budhi Marpaung Official Writer
4075

Ketika anak mengalami persoalan, maka sebagai orangtua, kita patut membantu buah kita untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah itu. Dalam beberapa kasus, masalah-masalah yang dihadapi oleh seorang anak terkadang sangat berat dan kita membutuhkan orang lain untuk turut menolongnya.

Konselor anak merupakan salah satu cara yang dapat digunakan sebagai media untuk mendorong semangat dan bahkan memulihkan kembali keadaannya setelah mengalami kejadian-kejadian yang membuatnya sangat sedih, marah atau bahkan trauma.

Di berbagai penjuru negeri cukup banyak lembaga atau orang yang menyediakan jasa konseling pasca trauma. Lalu pertanyaannya, manakah yang kita – para orangtua - harus pilih? Beberapa tips berikut mungkin bisa menjadi panduan bagi Anda – ayah dan ibu – untuk memilih konselor yang tepat untuk buah hati Anda.

1. Carilah yang sudah berpengalaman

Berpengalaman disini tidak harus personal konselor, tetapi bisa juga mengacu kepada lembaga yang menaungi dia. Mengapa ini perlu ditekankan? Karena fakta menunjukkan bahwa belum tentu konselor anak yang sudah berpuluh-puluh tahun berpraktik dapat menangani seluruh kelompok anak.

Sebaliknya, meskipun konselor yang ditawarkan lembaga konseling berpengalaman adalah tergolong konselor baru tetapi bisa saja buah hati kita justru bisa terbuka dengan dia.

2. Berlakukan masa uji coba

Seperti halnya bekerja maka masa uji coba perlu diberikan kepada konselor anak kita. Dua sampai empat minggu adalah masa kita melihat apakah anak kita memiliki kedekatan dengan konselornya. Jika tidak ada maka jangan segan-segan untuk mengganti konselor.    

3. Biarkan anak yang “memutuskan”

Ingatlah bahwa yang membutuhkan pertolongan adalah anak kita, bukan kita – orangtuanya. Jadi, biarkan dengan gayanya dia, dia “memutuskan” apakah cocok dengan konselor tersebut atau tidak.

Demikian beberapa tips memilih konselor bagi anak yang mengalami persoalan berat atau trauma-trauma tertentu. Semoga ini bermanfaat.

 

Baca juga: 

Kisah Nyata Trauma Masa Lalu Berbuahkan Kejahatan

Workshop IMAGO 2014 Rangsang Anak Muda Jadi Lebih Kreatif

Menerima Keadaan Diri

Kopi Darat Forum JC 3 Mei 2014

Lukman Sardi: Miris, Kenapa Kasus JIS Harus Terjadi

Terlalu Besar

Sumber : jawaban.com / bm
Halaman :
1

Ikuti Kami