Mengenal Pancaroba yang Terjadi Dalam Diri Manusia

Psikologi / 25 April 2014

Kalangan Sendiri

Mengenal Pancaroba yang Terjadi Dalam Diri Manusia

Lois Official Writer
8486

Tidak hanya iklim yang mengalami pancaroba dan mengganggu kesehatan, pancaroba juga terjadi di dalam diri manusia dan dapat mengganggu kesehatan jiwa. Pancaroba yang terjadi di dalam diri manusia ini terjadi dalam empat masa kehidupan manusia, namun ada satu pancaroba yang tidak semua orang mengalaminya. Berikut penjelasannya :

Bayi Menjadi Anak

Banyak hal yang dipelajari bayi setelah menjadi anak-anak. Ada yang sudah bisa berbicara, berjalan, atau bahkan meniru gerakan-gerakan. Selain itu, mental mereka pun mengalami perubahan. Mereka mulai belajar dari lingkungan sekitar, terutama dari orang-orang yang sering bersama mereka.

Usia Remaja

Biasanya dipahami sebagai masa antara anak-anak dan dewasa. Dalam posisi pancaroba seperti ini, perkembangan psikologi belum stabil, belum menetap. Usia remaja tidak bisa dikategorikan dewasa, namun tidak bisa lagi masuk dalam kategori anak-anak.

Kesalahan dalam menangani gejolak psikologi remaja bisa berakibat fatal berupa disorientasi pada diri remaja. Peran orangtua dalam menanamkan nilai moral kepada remaja menjadi amat penting.

Selain itu masa remaja juga paling banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan teman-teman sebaya. Karena itu, remaja harus memiliki kecerdasan emosional. Artinya, remaja mampu memberi kesan yang baik tentang dirinya, mampu mengungkapkan emosinya dengan baik, menyetarakan diri dengan lingkungan, dapat mengendalikan perasaan, dan mampu menangkap reaksi emosi sesuai dengan waktu dan kondisi yang ada. Karena itu, peran orangtua menjadi lebih penting lagi.

Selain sisi psikologis, sisi fisik remaja pun mulai mengalami perubahan. Untuk remaja wanita seperti tumbuhnya payudara atau mulai mengalami datang bulan. Untuk remaja pria, mulai tumbuhnya jakun.

Ibu Hamil

Hal ini hanya terjadi pada wanita yang sedang mengalami kehamilan, namun tidak semuanya. Perasaan sensitif hingga mudah menangis menjadi banyak hal yang dirasakan ibu hamil. Namun, perubahan ini memang wajar terjadi pada mental sang calon ibu. Namun, misalnya sudah selesai menonton masih merasa sedih bahkan sampai 2 minggu, maka depresi yang dialami saat hamil akan membuat si jabang bayi kelak akan cenderung mengalami depresi juga. Jadi waspadalah dan konsultasikan ke psikolog.

Lanjut Usia

Di usia ini, perubahan kembali terjadi di dalam diri manusia. Karena berbagai fungsi fisik yang menurun, maka sedikit banyak berpengaruh pada psikologinya dan banyak yang berubah dalam sikapnya yang disebut sebagai psikososial. Selain itu, lansia juga dapat menjadi bingung, panik, depresi, apatis dengan tiba-tiba.(Baca lebih lengkap di sini).

 

Baca juga :

Menyiasati Anggaran Kecil Untuk Buah dan Sayur

 

Mewaspadai 4 Penyebab Anoreksia Seksual

Sepatu Dahlan, Perjuangan Bocah Hadapi Kemiskinan

Wally, Sopir Taksi dengan Layanan Limosin

Memperbaiki Diri Jadi Single Berkualitas Tinggi

Sumber : berbagai sumber by lois ho/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami