Orang Kristen dan Ateis Ini Berteman Karib Meski Beda Prinsip

Orang Kristen dan Ateis Ini Berteman Karib Meski Beda Prinsip

Yenny Kartika Official Writer
6159

Persahabatan, seperti hubungan-hubungan lainnya, memerlukan penerimaan dan pengertian. Meskipun begitu, tetap saja konflik antarsahabat sulit dielakkan karena masing-masing individu memiliki cara pandang yang berbeda. Namun, John Christy dan David Smalley, dua sahabat yang berbeda kepercayaan, bisa tetap hidup rukun dan menjadikan hubungan mereka inspirasi bagi banyak orang.

John Christy adalah pengikut Kristus atau orang Kristen, sementara David Smalley tidak mengakui adanya Tuhan alias ateis. Keduanya bertemu beberapa tahun silam setelah Christy mulai mendengar siaran radio yang dibawakan Smalley. Kemudian Christy dan Smalley pun sering berkirim email dan membicarakan perbedaan teologi masing-masing. Christy ingin tahu lebih banyak mengapa Smalley menganut ateisme.

Dalam kurun waktu satu tahun, keduanya melakukan perjalanan ke kampus-kampus dan konferensi-konferensi sekuler serta berdebat dalam siaran radio. Semua yang mereka perbincangkan adalah tentang perbedaan kepercayaan.

Bukannya makin terpecah belah, perbedaan prinsip di antara Christy dan Smalley justru makin memperkuat rasa pengertian mereka. Meskipun isi obrolan mereka mungkin saling serang dan kontroversial, Christy dan Smalley malah semakin mampu mendalami apa yang menyebabkan mereka berada di spektrum religi yang berbeda.

“Di dunia zaman sekarang, orang terlalu sering menganggap orang lain yang berbeda kepercayaan sebagai musuh. Namun, David dan saya telah mengembangkan sebuah persahabatan yang mendalam—walaupun setiap saat kami berbicara dan berargumen tentang perbedaan agama,” kata Christy. Ia pun mengaku senang dengan tantangan Smalley atas imannya. “Bukannya bersikeras mempertahankan diri, saya mencoba untuk memperhatikan secara jujur dan intelektual, apa sebenarnya yang mendorong seseorang menjadi ateis dan mengapa saya mempercayai kepercayaan saya.”

Smalley pun kagum dengan Chiristy yang menurutnya sangat kritis dalam berpikir. “Saya terkagum dengan dia karena dia menanyakan pertanyaan yang sama dengan yang saya lontarkan, dan dia memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang saya temukan. Tetapi dia tetap dengan kepercayaannya,” ujar Smalley.

Kisah persahabatan unik ini didokumentasikan dalam film berjudul My Week in Atheism. Berdurasi 110 menit, cerita dalam film ini dipastikan akan menginspirasi siapapun yang ingin lebih mengenal kaum ateis dan sudut pandang mereka.

 

BACA JUGA:

Son of God Siap Dirilis, Para Pendeta Ikut Sibuk

Pikiran Anda Pengaruhi Kecantikan Anda

Ironis, Perubahan Iklim Mengancam Kala Ekonomi Bertumbuh

Karena Yakin Cukup Unik, Prima Rasa Tak Takut Tersaingi

Sumber : The Blaze | Christian Post | yk

Ikuti Kami