Karena Yakin Cukup Unik, Prima Rasa Tak Takut Tersaingi

Karena Yakin Cukup Unik, Prima Rasa Tak Takut Tersaingi

Yenny Kartika Official Writer
9298

Kuliner khas Bandung memang seringkali menjadi buah bibir. Prima Rasa Bakery adalah salah satu dari sekian banyak oleh-oleh makanan khas Bandung yang banyak diburu orang. Tapi, perjalanan bisnis ini tak semanis kue-kue brownies dan bolen yang selalu jadi andalannya.

Sebuah rumah di Jalan Kemuning, Bandung menjadi saksi dimulainya geliat bisnis bakery Prima Rasa. Adalah Theresia Yuliaty, wanita yang gemar bertataboga semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Theresia memang sudah akrab dengan dunia dapur di usianya yang keempat tahun, karena sang tante sering mengajaknya membuat kue.

Awalnya, rumah Theresia dikenal selalu menghasilkan aroma harum kue-kue. Alhasil para tetangga sekitar penasaran dan berminat membeli karya tangan ibu dua anak ini. Theresia mulai menitipkan kue-kuenya di beberapa gerai, namun di hari-hari pertama ia harus mengelus dada karena banyak barang titipannya yang tidak laku.

Namun dukungan sang suami membuat semangat Theresia tak terpatahkan aral. Ia terus bereksperimen dengan tepung, gula, dan bahan-bahan lainnya hingga terciptalah resep brownies yang pas di lidah. Dengan brand Prima Rasa, brownies buatan Theresia mulai kembali dilirik orang.

Brownies buatannya tersedia dalam 4 rasa, yakni cokelat, keju, moka, dan kismis. Seiring berkembangnya Prima Rasa, kini tokonya harus mempersiapkan minimal 300 brownies setiap hari. Untuk pesanan yang datang pada waktu-waktu tertentu, Theresia bisa membuat 1.000 buah brownies per hari.

Prinsip Prima Rasa adalah mengedepankan kualitas tapi tidak melabeli diri eksklusif. Artinya, meskipun sebagian besar bahan pembuatan kue diimpor langsung dari luar negeri (hanya tepung dan gula yang dibeli lokal), harga produk-produk Prima Rasa tetap terjangkau. “Kita buat semua (kalangan) bisa menikmati, jadi kita bukan toko yang eksklusif,” kata Manajer Operasional Vicky Daud Wijaya. Supaya tetap fresh from the oven, beberapa penganan seperti bolen diproduksi setiap jam.

Theresia kini memiliki empat buah cabang Prima Rasa yang kesemuanya terletak di Bandung, yaitu di Jalan Buah Batu, Jalan Peta, Jalan Pasirkaliki, dan Jalan Purwakarta, Antapani. Vicky mengaku, ada banyak permintaan untuk franchise dan membuka cabang di luar kota bahkan di luar negeri. Namun Prima Rasa tidak serta merta mengambil kesempatan tersebut karena ingin berfokus dengan manajemennya sendiri. Bukankah semakin lama serbuan toko-toko bakery lainnya semakin banyak dan bisa mengancam stabilitas usahanya? Memang demikian adanya, namun Prima Rasa tidak terlalu ambil pusing. Menurut Vicky, banyaknya toko bakery akan menciptakan variasi dengan keunikannya masing-masing, bukan menjadi saingan. ”Jadi semakin menambah inovasi dan variasi bakery yang ada di Bandung. Kami tidak merasa tersaingi karena semua sudah memiliki segmen pasarnya masing-masing,” ujar Vicky.

Selain beragam brownies dan bolen, Prima Rasa juga menyediakan bolu ketan itam, lapis Philippine, picnic roll, bagelen, cheese roll, jajanan pasar, dan lain-lain. Inovasi, kerja keras, dan kreativitas Theresia menjadikan Prima Rasa target belanja bagi turis yang datang ke Bandung, baik dari luar kota maupun luar negeri.

 

BACA JUGA:

Ironis, Perubahan Iklim Mengancam Kala Ekonomi Bertumbuh

Persib dan Persija Bertemu, Jakmania Dilarang ke Bandung

Apple Tolak Semua Aplikasi Bernama 'Flappy'

Ingin Cantik dari Hati? Nadine Chandrawinata Punya Resepnya

Paus Francis: Jangan Menikah Karena Faktor Emosi Semata

Sumber : Berbagai sumber/yk

Ikuti Kami