Hari Kedua Nihil, Basarnas Perluas Area Pencarian AirAsia QZ8501

Hari Kedua Nihil, Basarnas Perluas Area Pencarian AirAsia QZ8501

Theresia Karo Karo Official Writer
2483
Hari ini, Selasa (30/12) merupakan hari ketiga semenjak pesawat AirAsia QZ8501 hilang dari pantauan radar milik otoritas penerbangan di Indonesia. Pesawat rute Surabaya-Singapura berpenumpang 155 orang dan 7 awak ini, terakhir kali terekam di atas perairan Belitung pada pukul 06.16 WIB.

Seperti informasi yang dihimpun dari berbagai media, hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda yang menunjukkan keberadaan pasti pesawat ini. Meskipun begitu, pemerintah Indonesia bersama beberapa negara sahabat yang terlibat juga tengah berusaha untuk mencari pesawat yang dinyatakan hilang sejak 28 Desember 2014 lalu. 

Terlihat banyak kerabat dari para penumpang yang berkumpul di dua posko Crisis Centre yang disediakan oleh pihak manajeman maskapai. Keduanya, berada di Bandara Internasional Juanda, Surabaya dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Diketahui pada hari pertama (28/12), Badan SAR Nasional memulai pencarian dengan menetapkan empat sektor. Namun karena hasil pencarian masih nihil, hari kedua pencarian diperluas, "Hari kedua, Senin (29/12), ada tujuh sektor dan sekarang bertambah menjadi 13 sektor," ungkap Kepala Basarnas FHB Soelistyo." 

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Basarnas, perluasan pencarian ini dirasa perlu dilakukan. Pada 13 sektor kali ini, pencarian tidak hanya akan difokuskan di laut, namun termasuk daratan Pulau Kalimantan.

Soelistyo mengungkapkan bahwa untuk hari ketiga pencarian ini, seluruh armada sudah dikerahkan sejak pukul 06.00 WIB. Pencarian pesawat AirAsia QZ8501 akan dilakukan semaksimal mungkin. Basarnas juga telah menerima bantuan dari TNI Angkatan Darat dan Polri. Dua instansi ini juga turut mengerahkan kapal dan pesawat guna menemukan pesawat AirAsia yang hilang.

Sebelum hilang kontak, di sekitar pesawat AirAsia diketahui terdapat enam pesawat yang sedang terbang di detik waktu yang sama dengan ketinggian yang tidak jauh berbeda. Tiga dari enam pesawat yang dimaksud antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, dan Uni Emirates.
Sumber : CNN/Kompas.com by tk

Ikuti Kami