Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
4585


Bulan Desember adalah peringatan kelahiran Yesus Kristus bagi umat Kristiani, yang dianut oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Sebagai pemimpin negara, Presiden Joko Widodo juga menyambut peringatan hari besar ini dengan rencana mengikuti beberapa perayaan Natal kendati berasal dari keyakinan berbeda.  

Namun tampaknya sikap tersebut mengundang protes Front Pembela Islam (FPI). Mereka mengharamkan ajaran yang memperbolehkan umat Islam memberikan ucapan ‘Selamat Natal’ kepada umat Kristiani, termasuk Presiden sendiri. “Tak terkecuali  bagi siapa pun, termasuk Presiden Jokowi,” kata Majelis Syuro FPI Misbahul Anam pada Kamis, 18 Desember 2014 lalu.

Hal ini juga ditegaskan oleh Gubernur versi FPI, Fahrurrozi Ishaq yang melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani. Tak tertutup kemungkinan larangan itu ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berbeda keyakinan.

“Bagi umat Islam, hukumnya haram mengucapkan selamat Natal,” tutur Fahrurrozi, seperti dikutip Tempo.co, Senin (22/12).

Menurut FPI, larangan itu sudah ada dalam fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 7 Maret 1981. fatwa tersebut berisi, larangan penggunaan aksesori Nata, ucapan selamat Natal, membantu orang Kristiani dalam perayaan dan pengamanan natal, serta imbauan agar pengusaha tidak memaksa karyawan muslim menggunakan aksesori Natal.

Menyikapi hal itu, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyatakan, memberi ucapan selamat Natal merupakan wujud toleransi beragama., dan tidak akan mempengaruhi keimanan seseorang. “Sikap saling menghormati seperti itu tidak ada urusannya dengan pengakuan iman,” tukas Slamet Effendy Yusuf.

Senada dengan itu, Direktur Wahid Institute Yenny Wahid menyatakan sikap pelarangan perayaan Natal oleh Presiden Jokowi. Menurutnya, merayakan Natal bagi Presiden Indonesia, meski berbeda agama, adalah sebuah tradisi tahunan. Kehadiran presiden dalam perayaan Natal adalah bentuk penghormatan seorang pemimpin negara terhadap rakyatnya. “Itu diatur lho di konstitusi,” ucap Yenny, dan mengingatkan agar tidak mengubris aksi FPI. “Presiden tidak usah dengarkan FPI,” tandasnya.

Sebagai negara yang dibangun berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD), dimana didalamnya diatur jelas tentang toleransi antarumat beragama, setiap keyakinan sepatutnya menghormati umat beragama lain. Adalah problematika yang dilematis ketika antarumat beragama tak lagi saling menghormati dan hidup saling berdampingan.

Sumber : Tempo.co/jawaban.com/ls

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Inovi Isdiyantoro 18 November 2019 - 21:01:35

Di phk

0 Answer

Aris Anto 18 November 2019 - 17:31:20

Is that...................(you)house?

0 Answer

Roi Tarihoran 18 November 2019 - 03:09:04

Apakah yang saya lakukan. Dengan situasi saya ini,.. more..

1 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 2


7267

Banner Mitra November Week 2