Tiurma Ida Purba

Official Writer
2806


Membiasakan anak menonton tv sambil ngemil dapat menimbulkan penimbunan lemak. Saat ini obesitas tidak hanyak di derita oleh orang dewasa, namun anak-anak juga berpeluang terkena penyakit ini. Sebuah Badan Kesehatan yang berada di Inggris, Nasional Health and Care Excellence (NICE) menyatakan bahwa lebih dari seperempat warga Inggris mengalami obesitas, angka ini 15 % lebih tinggi dibandingkan 20 tahun lalu. Data ini membuktikan bahwa dari 5 anak, terdapat 1 anak yang mengalami obesitas.

Obesitas dapat disebabkan oleh gen, lingkungan, gaya hidup, pola makan serta aktivitas fisik. Dr. Aman B. Pulungan memberikan sebuah solusi terkait obesitas pada anak. Dia mengatakan bahwa,” Lakukan dengan cara lima dua satu nol yakni anak-anak makan buah dan sayur minimal lima kali sehari, tidak boleh duduk atau nonton televisi lebih dari dua jam, harus melakukan aktivitas fisik minimal satu jam tiga kali dalam seminggu, dan minum nol persen minuman manis”.

Tips sehat yang di sarankan oleh Dr. Aman mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan apa yang dimakan oleh anak anda. Jangan lupa ajarkan anak anda untuk selalu minum air putih agar tidak dehidrasi dan terkena penyakit –penyakit yang lain. Air putih adalah obat yang paling mudah di dapat dan sangat bermanfaat.

Mencegah anak untuk menonton tv memang tidak mudah, namun cobalah berikan pengertian dampak negatif yang akan dia alami kalau tidak melakukan apa yang anda anjurkan. Dengan demikian anak akan mengerti dan berhenti menonton tv. Jika terlalu susah untuk menerapkannya, cobalah dengan mengajak anak melakukan aktivitas lain diluar rumah, seperti jalan ke taman, berolahraga, atau mungkin pergi ke toko buku. Dengan membiasakan anak tidak menonton tv, maka akan berpeluang besar anak tidak terkena obesitas.

Fakta yang lebih mengejutkan datang dari data Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas) tahun 2010. Riskesdas menyatakan bahwa 19,6 persen anak di DKI Jakarta mengalami obesitas. Sedangkan IDAI ( Ikatan Dokter Anak Indonesia) membuktikan bahwa kejadian diabetes tipe 1 pada anak-anak naik di bulan Juni- Juli dan Desember- Januari. Bulan-bulan ini menunjukkan bahwa anak-anak cenderung sangat bahagia dengan liburan sekolahnya dan tingkat nafsu makannya bertambah tinggi.

Orang tua boleh saja memanjakan anak, namun tetap harus tegas kepada anak. Jangan biarkan anak kesayangan anda terkena obesitas yang cenderung akan berubah menjadi diabetes. Tanamkan kepada anak anda bahwa kesehatan itu harus dijaga, agar tak menyesal di kemudian hari. Dengan menanamkan kebiasaan yang baik, maka setelah anak anda besar dan bekeluarga, diapun akan menanamkan kebiasaan yang baik kepada anaknya yaitu cucu anda, Nah, dengan demikian generasi penerus anda akan sehat dan berumur panjang. Ingatlah mencegah lebih baik daripada mengobati.

Sumber : berbagai sumber/by tiur


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7237

advertise with us