8 Tradisi Natal yang Tidak Disebut di Alkitab

8 Tradisi Natal yang Tidak Disebut di Alkitab

Lori Official Writer
12208

‘White Christmas’, begitulah orang Kristen menyambut Desember. Anak-anak akan menantikan momen ini lantaran sudah terbiasa mendapat beragam hadiah Natal. Namun sekalipun Natal menjadi salah satu momen yang sangat dinanti umat Kristen, tak semua dari orang Kristen yang mengetahui asal usul dan tradisi seputar Natal. Bahkan, banyak yang berpikir bahwa tradisi Natal yang biasanya dilakukan baik di negara-negara Eropa, Amerika, Afrika dan Asia telah tercatat di dalam Alkitab.  

Nah, untuk itu tulisan ini mencoba menguraikan delapan hal terkait perayaan Natal yang tidak disebut dalam Akitab:

. Kelahiran Yesus 25 Desember

Masih banyak orang Kristen yang merayakan Natal tepat di 25 Desember, padahal Alkitab tak pernah menulis waktu kelahiran Yesus secara terperinci. Beragam teori pun muncul untuk memecah pertanyaan ini. Ada yang mematok tanggal tersebut dari segi kondisi alam, peredaran bintang, aktivitas para gembala dan sejarah Romawi. Meski belum diketahui pasti, namun teori yang dianggap masuk akal adalah bukti catatan yang ditulis oleh Ben Best dalam bukunya "The History of Christmas’ dan dalam World Book Encyclopedia" bahwa 25 Desember telah ditetapkan oleh Kekaisaran Romawi dimana saat itu bertepatan dengan adanya perayaan Saturnalis atau peringatan kelahiran dewa matahari. Dengan itu orang Kristen berketepatan menjadikan momen tersebut untuk memperkenalkan kekristenan kepada orang yang percaya pada ilah lain.

. Pohon Natal  

Pohon Natal menjadi salah satu dekorasi yang tampaknya tak pernah luput dari perayaan Natal. Pohon Natal tanpa disadari menjadi simbol penting dalam perayaan Natal. Namun saat kelahiran Yesus, pohon Natal jelas-jelas tak disebutkan. Lalu dari mana asal tradisi menghias pohon Natal ini? Ada yang berpendapat bahwa pohon Natal awalnya ditemukan oleh Martin Luther. Ia memilih pohon cemara karena menjadi satu-satunya pohon yang mampu bertahan hidup di tengah musim dingin yang melanda negara-negara Amerika dan Eropa. Sehingga Cemara dilambang sebagai kehidupan kekal. Sedang dalam Encyclopedia Britannica menyebutkan bahwa penggunaan pohon cemara dan karangan bunga sebagai lambing hidup kekal berasal dari kebiasaan orang Mesir Kuno, Cina dan Ibrani.

. Karangan bunga

Karangan bunga pertama kali digunakan oleh orang Romawi zaman dahulu untuk menyembah dewa-dewa mereka. Dalam hal ini, karangan bunga banyak dipakai pada perayaan Saturnalia atau kelahiran dewa matahari. Karangan bunga ini diambil dari lapisan daun pohon laurel yang melambangkan kekuatan, otoritas, keabadian dan bahkan perlindungan. Banyak orang Romawi menggantungkan karangan bunga di pintu rumah mereka karena dianggap sebagai pelindung. Tetapi, kemudian diambil untuk mewakili mahkota duri yang dipakaikan kepada Tuhan Yesus saat penderitaan-Nya.

. Santa Klaus atau sinterklas

Santa Klaus punya gambaran secara berbeda-beda di beberapa negara. Di Jerman ada sejarah tentang Dewa Odin  yang selalu berkeliling membagi-bagikan hadiah pada saat perayaan Yule setiap tahun. Kemudian oleh orang Kristen dikonversi dan disamakan dengan Santa Klaus. Namun, figur yang paling terkenal adalah Nicolas, seorang uskup Myra di Lycia pada abad ke-4 yang terkenal dengan kebaikannya. Sejarah tentang Santa Klaus menjelaskan kisah tentang tiga putrid seorang petani miskin yang hendak menikah tetapi tidak memiliki uang untuk mmebayar mahar mereka. Lalu Santa Klaus datang memberikan tiga kantong uang dan menaruhnya dalam kaos kaki yang digantung di dekat perapian. Kisah ini berawal dari Belanda dan menyebar ke negara lain. Setiap Natal, anak-anak akan siap-siap untuk membuat permohonan kepada Santa Klaus tentang apa yang diinginkannya di hari Natal.

5. Warna hijau dan merah

Setiap Natal, kita tentu akan mendapati semarak warna warni Natal dengan hijau dan merah di mana-mana. Hijau melambangkan kehidupan yang kekal, dan merah melambangkan darah Yesus sebagai tanda cinta dan semangat. Sejarahnya berawal dari sebuah drama natal yang menggunakan pohon pinus dan buah apel untuk menceritakan kisah Adam dan Hawa, serta pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Di beberapa negara, pohon pinus digantikan dengan pohon poinsettia dari Meksiko, mistletoe, ivey, laurel, dan holly.

6. Lilin atau lampu Natal

Meski sejarah mengapa lilin menjadi ornamen penambah kemeriahan Natal, namun hal ini didigua berkaitan dengan sejarah pohon Natal yang pertama kali ditemukan oleh Martin Luther. Pendapat lainnya mengatakan, lilin Natal mulai ada sejak perayaan hari raya Hanukkah, yaitu hari raya pentahbisan Bait Suci yang jatuh pada tanggal 25 bulan Kislev atau 19 Desember kalender Julian, yang dirayakan selama delapan hari. Karena peristiwanya tepat dim omen Natal, maka gereja zaman dahulu juga menggunakan lilin untuk memeriahkan Natal. Sebagian rohaniawan juga menganggap bahwa lilin Natal sebagai cahaya kecil yang menerangi hati umat manusia.

7. Lonceng Natal

Menilik sejarahnya, kehadiran lonceng dimulai dari tradisi gereja Anglikan dan Katolik Roma. Kelahiran Tuhan Yesus diyakini terjadi pada malam hari. Sehingga, mereka mengadakan misa pada tengah malam dan ketika waktu mulai ibadah, mereka akan membunyikan lonceng sebagai tanda bahwa waktu kelahiran bayi Yesus telah datang. Lonceng adalah sebuah tanda peringatan akan sesuatu yang akan terjadi, sama seperti terompet atau sangkakala. Bunyi lonceng di malam Natal dimaksudkan untuk memperingatkan umat Kristen agar bersiap-siap menyambut perayaan kelahiran bayi Yesus.

8 Tukar kado natal  

Awal mula tentang kado Natal juga tidak diketahui secara pasti. Namun ada beberapa pendapat tentang hal ini: Pertama, tukar kado masih ada hubungannya dengan upacara perayaan Saturnalia, yang mana mereka akan bertukar kado dan percaya bahwa kebaikan yang mereka lakukan akan mendatangkan kebaikan bagi mereka di tahun-tahun yang akan datang. Kedua, ini merupakan tindakan kasih yang merupakan cerminan tindakan orang-orang Majus ketika memberi persembahan kepada Tuhan Yesus. Ketiga, ini adalah kelanjutan dari tradisi Santa Klaus yang selalu memberikan hadiah kepada anak-anak di hari Natal ini kemudian berubah menjadi sebuah tujuan bisnis. Hal ini jelas menjadi peluang besar di dunia usaha yang menghasilkan untung besar setiap kali musim Natal.

Sumber : Manna Sorgawi/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami